Yuan Akan Terus Diperdagangkan Diatas 7.0 Per Dollar

Yuan Akan Terus Diperdagangkan Diatas 7.0 Per Dollar

Sejumlah kalangan yang berkompeten di pasar mata uang menilai bahwa mata uang Yuan akan terus diperdagangkan diatas 7 per Dollar, bahkan hal ini akan tetap terjadi meskipun AS dan Cina berhasil menandatangani kesepakatan parsial.

Pergerakan mata uang Yuan, yang juga dikenal dengan Renminbi, telah mereda dalam beberapa bulan terakhir saat ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing mengalami peningkatan.

Global head of flow foreign exchange di Nomura, Stuart Oakley mengatakan bahwa mata uang Yuan terjebak dalam kisaran yang sempit, hingga pasar mengetahu dengan pasti kesepakatan fase1 dari kesepakatan perdagangan telah mendatangani.

Awal bulan ini AS dan Cina nampaknya telah mencapai titik temu selama negosiasi perdagangan tingkat tinggi di Washington dan kesepakatan perdagangan secara parsial tengah dilakukan antara kedua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Lebih jauh Oakley memperkirakan bahwa nilai tukar Yuan akan berada di 7.0750 per Dollar hingga pertengahan November mendatang, dengan merujuk pada pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation pada bulan depan, yang akan dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping.

Pejabat AS menilai bahwa kebijakan tarif baru akan berlaku jika tidak ada kesepakatan sebelum tenggat waktu berikutnya di 15 Desember mendatang.

Larry Kudlow selaku penasihat ekonomi utama Gedung Putih, mengatakan bahwa dirinya melihat adanya kemungkinan kenaikan tarif di bulan Desember akan terjadi, dengan catatan bahwa pembicaraan perdagangan berjalan kurang baik kedepannya.

Pada bulan Agustus mata uang Yuan mengalami pelemahan hingga melewati level psikologis di 7 per Dollar, yang membuat para analis percaya bahwa pihak AS akan terus menaikkan tarif barang-barang Cina, dan Beijing berpotensi membiarkan mata uangnya melemah untuk membantu mengimbangi dampk dari tarif AS yang lebih tinggi.

Wakil Perdana Menteri China Liu He, kepala negosiator untuk Beijing, mengatakan pada hari Sabtu bahwa kedua pihak telah membuat “kemajuan substansial” dalam meletakkan fondasi untuk penandatanganan perjanjian bertahap.

Seperti diketahui bahwa Cina mempertahankan kontrol ketat atas nilai tukar mata uangnya untuk onshore yuan, yang diperdagangkan di wilayah Cina Daratan.

Christy Tan selaku kepala strategi pasar dan penelitian untuk Asia di National Australia Bank, mengatakan kepada CNBC bahwa premi risiko dari kenaikan tarif pada 15 Oktober telah berkurang, dan langkah Yuan terkait erat dengan kemajuan kesepakatan perdagangan parsial, dimana Cina menginginkan AS menghapus semua kebijakan tarif baru dan memutar kembali tarif sebelumnya.

Tan juga mengatakan bahwa bank memperkirakan mata uang tersebut dapat diperdagangkan sebagian besar di atas 7,0 per Dollar.

Pada pertengahan November mendatang, Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping akan berpartisipasi dalam forum kerjasama ekonomi Asia-Pasifik yang akan berlangsung di Chili. Banyak pengamat pasar mengantisipasi kesepakatan perdagangan parsial yang akan ditandatangai antara kedua negara dalam pertemuan tersebut.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini