• 31 Maret 2020

Yield Obligasi Pemerintah Erurozone Turun Di Tengah Upaya ECB

Imbal hasil obligasi pemerintah negara anggota Eurozone turun di sesi perdagangan Kamis, setelah bank sentral Eropa menerapkan langkah-langkah stimulus darurat untuk menenangkan pasar dalam menghadapi penyebaran virus corona.

ECB memulai pembelian obligasi baru senilai 750 miliar Euro pada pertemuan darurat Rabu malam, dalam upaya untuk menghentikan kemunduran keuangan yang disebabkan pandemi virus sehingga menghancurkan ekonomi di kawasan tersebut.

Negara ekonomi ketiga terbesar di Eropa, Italia yang mengalami kenaikan biaya pinjaman dalam beberapa terakhir, tercatat memimpin pergerakan imbas hasil lebih rendah.

Imbal hasil obligasi dua tahun merosot sebanyak 100 basis poin dan ditetapkan sebagai penurunan intraday terbesarnya sejak 1996.

Pada Rabu kemarin imbal hasil Italia telah mengalami lonjakan dengan imbal hasil tenor 10-year naik di atas 3%, sehingga memicu munculnya kekhawatiran mengenai keberlanjutan hutang Italia.

Premi risiko pada obligasi Italia, diperketat hampir 100 basis poin dari penutupan di sesi perdagangan Rabu menjadi sekitar 169 basis poin.

Sementara imbal hasil obligasi 10-tahun Spanyol dan Portugis turun masing-masing sekitar 30 bps. Premi yang mereka bayar di atas obligasi Jerman juga mencatat mencatat penurunan terbesar sejak 2018.

Aset obligasi pemerintah Eropa Selatan telah berada di bawah tekanan yang meningkat sejak ketua ECB, Christine Lagarde mengatakan pasca keputusan kebijakan di pekan lalu, bahwa bukan tugas dari bank sentral untuk menutup selisih harga yang ada.

Pembelian aset obligasi ini termasuk juga untuk hutang Yunani, yang telah ditutup dari pembelian ECB karena peringkat mereka di level “junk”. Yield 10-year dari obligasi pemerintah Yunani, yang telah melonjak hampir 300 basis poin selama dua pekan terakhir.(