Ming, 17 November 2019

Xi Jinping Memilih Untuk Bersikap Lebih Keras Terhadap Washington

Presiden Tiongkok Xi Jinping memilih untuk bersikap lebih keras kepada Washington dibandingkan harus menyerah terhadap kebijakan tarif baru dari pemerintah AS.

Pihak Beijing sendiri telah meluncurkan apa yang disebut oleh para ekonom sebagai “Warning Shot” kepada pihak pemerintah AS, dengan membiarkan mata uang Yuan melemah sebagai respon terhadap ancaman pemberlakukan bea masuk terbaru yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump pada 1 September mendatang.

Saat ini para konsumen di Cina telah membatalkan pembelian produk kedelai dari AS bernilai milliaran Dollar, selain itu regilator telah memberikan ancaman untuk menempatkan perusahaan-perusahaan AS dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan, yang kemungkinan besar akan menghadapi pembatasan terhadap operasi mereka di pasar Cina.

Pada dasarnya kedua belah pihak telah memiliki insentif untuk menyelesaikan Trade War yang hingga saat ini menghantam para eksportir dari kedua negara serta mendorong ekonomi global semakin mendekati jurang resesi.

Para negosiator dari kedua belah pihak berencana untuk kembali melanjutkan pertemuan di bulan September mendatang di Washington, namun nampaknya kalender politik Cina berpotensi menjadi hambatan bagi kemajuan pembicaraan keduanya.

Partai Komunis sebagai partai yang berkuasa di Cina sedang mempersiapkan untuk merayakan ulang tahun ke 70 pada 1 Oktober mendatang, yang semakin memberikan tekanan kepada Xi Jinping sebagai pemimpin partai untuk tetap tangguh dalam menghadapi sekaligus menyelesaikan sejumlah permasalahan yang melanda negara tersebut.

Enam bulan lalu, negosiator Cina sedang mendiskusikan kemungkinan konsesi termasuk pembelian lebih banyak barang pertanian Amerika, pembukaan pasar dan perubahan aturan bisnis. Tetapi pada bulan Mei, para pemimpin Cina telah berubah dalam menghadapi apa yang mereka lihat sebagai perubahan prioritas AS dalam daftar permintaan seputar dari mempersempit surplus perdagangan mereka guna membuka pasar, hingga kemungkinan adanya upaya untuk membatalkan strategi pembangunan ekonomi mereka.

Meskipun Trump dan Xi telah sepakat untuk adanya negosiasi lebih lanjut pada bulan Juni lalu, namun nampaknya tidak ada yang menunjukkan kesediaannya untuk berkompromi satu sama lain. Permintaan Trump untuk adanya perubahan kebijakan industri Beijing merupakan inti dari strategi pengembangan yang dilihat oleh para pemimpin Partai Komunis sebagai dasar keberhasilan ekonomi mereka dan sebagai jalan menuju kemakmuran.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here