Ming, 17 November 2019

Won Menguat Di Tengah Membaiknya Tendensi Pasar Asia

Won Menguat Di Tengah Membaiknya Tendensi Pasar Asia

Pergerakan mata uang Won Korea Selatan dilaporkan menguat di sesi perdagangan hari ini, di tengah perbaikan kecondongan keseluruhan di semua kawasan Asia, menyusul sejumlah berita positif dari pasar luar negeri, termasuk mengenai Brexit dan gelombang protes di Hong Kong.

Won menguat terhadap Dollar hingga 0.7% di 1.200 Won per Dollar. Penguatan mata uang Won dan mata uang Asia lainnya terjadi setelah Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie lam membuat pengumuman resmi untuk menarik RUU ekstradisi yang telah memicu protes besar-besaran di Hong Kong sebagai pusat finansial di Asia. Pengumuman tersebut diilai mampu mengurangi risiko di pasar finansial Hong Kong, sehingga mampu menaikkan kecondongan investor secara keseluruhan.

Disebutkan bahwa para anggota parlemen Inggris memberikan suara di hari Rabu kemarin guna mencegah Brexit No-Deal. Untuk itu Perdana Menteri Boris Johnson segera bergerak untuk membubarkan parlemen dan sekaligus mendorong pemilihan umum, namun dikalahkan dalam pemilihan kunci. Berita tersebut mampu meredakan kegugupan di pasar finansial mengenai kemungkinan Brexit No-Deal, sekaligus menaikkan permintaan investor terhadap aset berisiko.

NH Futures Co menerbitkan analisis bahwa peningkatan kecondongan investor telah memberikan dukungan bagi pergerakan mata uang Asia. Selain itu tekanan yang dirasakan oleh US Dollar, datang dari tumbuhnya ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan interest rate bank sentral AS AS. Selain itu lintasan buy investor asing terhadap aset Korea Selatan, dianggap sebagai dukungan bagi kenaikan level tukar mata uang Won Korea Selatan. Dengan meningkatnya lintasan buy aset risiko di pasar Korea Selatan, turut membantu penguatan di indeks saham Kospi yang pada sesi penutupannya hari ini mencatat kenaikan hingga sebesar 1.03%.

Sementara itu Bank of Korea melaporkan ukuran current account Korea Selatan yang mengalami surplus hingga mencapai tingkat tertingginya dalam sembilan bulan pada bulan Juli lalu, setelah sektor jasa mengalami kontraksi defisit serta peningkatan pendapatan dari investasi luar negeri lebih dari mengimbangi pemangkasan dalam surplus perdagangan barang. Transaksi berjalan Korea Selatan mencatat surplus hingga $6.95 milliar di bulan Juli, yang merupakan surplus terbesarnya sejak Oktober 2018 saat current account mencatat sebesar $9.35 milliar.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here