Waspadai Melesatnya Rate Bullion di $1433

ESANDAR, Jakarta – Bukan hanya bursa saham, namun juga rate bullion kini dalam persimpangan. Melanjutkan kenaikannya atau justru akan mengalami koreksi paska pertemuan AS dan China di Jepang besok.

Sebagaimana diketahui, bahwa perang perdagangan antara AS dan China yang berlarut-larut menimbulkan ancaman ekonomi bukan hanya bagi AS dan China namun juga dunia internasional terimbas dampaknya. Hal ini memunculkan isu-isu akan hadirnya resesi yang membuat The Fed harus mengulang kembali periode penurunan FFR.

Hasil pertemuan G20 bisa menjadi langkah awal kenaikan rate bullion selanjutnya. Konferensi Level Tertinggi  yang akan digelar di akhir bulan ini di Tokyo, akan diselingi dengan agenda pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Dua pimpinan raksasa ekonomi dunia ini dijadwalkan akan bertemu untuk membahas perang perdagangan yang selama ini semakin berkobar.

perang perdagangan antara kedua negara ini menjadi faktor utama pelambatan ekonomi global, termasuk di AS yang berdampak pada sikap 2008 dan 1978 dengan 2016. Pada 2007-2008 dan 1978, rate bullion terus menembus rekor tinggi, sehingga secara historis dan psikologis belum ada harga yang bisa dijadikan acuan menentukan resisten.

Sementara pada pola saat ini, secara historis kenaikan rate bullion akan ada banyak level-level yang menjadi resisten. Garis-garis kuning pada grafik di atas mewakili resisten yang sudah ditembus, dan bullion pada hari ini kebetulan sudah melewati resisten US$ 1.433  yang merupakan harga tinggi Agustus 2013.

Jika pada bulan ini bullion mampu mengakhiri perdagangan di atas resisten tersebut, peluang berlanjutnya penguatan akan semakin terbuka. Secara rinci apabila ditambahkan dengan beberapa indikator di atas rerata pergerakan rate bullion selama 50 bulan (MA 50), MA 100 dan MA 200. Grafik di atas merupakan grafik bulanan, yang berarti jika di akhir bulan nanti bullion mengakhiri perdagangan di atas MA 100 di kisaran US$ 1.351, maka peluang penguatan masih bisa berlanjut.

Proyeksi ini terkonfirmasi dengan menggunakan indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD), yang sudah memasuki area positif yang memberikan setimen bullish bullion.  Seperti yang disebutkan sebelumnya, kenaikan rate bullion akan mendapat resisten-resisten sebelum mencapai rekor tertingginya.

Resisten pertama terlihat di kisaran US$ US$ 1,569 yang berarti target pertama penguatan bullion menuju area tersebut. Resisten selanjutnya di kisaran US$ 1.800, dan jika berhasil dilewati bullion berpotensi mencapai lagi rekornya US$ 1.920 per troi ons.

Tingkat-level yang perlu diperhatikan adalah US$ 1.433 dan US$ 1.351, jika nantinya rate bullion terus bertahan di atas harga tersebut peluang berlanjutnya kenaikan akan terbuka lebar. Perlu diingat, potensi kenaikan tersebut merupakan jangka panjang, dan ada asumsi-asumsi yang mendasari.  ()

Sumber: Esandar Arthamas Berjangka, Bloomberg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini