Value USD Kian Terkelupas

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

USD mengalami penurunan terbesar mingguan pada sesi transaksi hari Kamis kemarin dan berpotensi berlanjut pada sesi perdagangan pada penghujung pekan ini (Jumat, 14 Januari 2022).

Para investor melepas posisi beli USD, dengan asumsi bahwa beberapa kenaikan suku bunga empat kali dan memulai pengetatan kuantitatif  dalam waktu sembilan bulan (oleh Fed) dinilai begitu agresif, sehingga akan membatasi ruang lingkup untuk kenaikan lebih jauh.

Persepsi tersebut mencuat, menyusul rilisan data inflasi AS mencapai level tertingginya sejak awal 1980-an.

Di sisi lain, performa GBP masih terlihat impresif, sekaligus menepiskan krisis politik atas ancaman pemecatan PM Boris Johnson’s. Penguatan GBP dipengaruhi oleh prospek cerah ekonomi  Inggris di tengah gelombang infeksi omicron dan sikap Bank Sentral Inggris yang diperkirakan akan mendongkrak suku bunga pada bulan Februari.

GBP/USD termonitor membidik area resisten 1.38000-1.38300, sementara EUR/USD berpotensi menjajal level 1.15000 dan AUD/USD, membuka ruang gerak untuk menggedor area resisten 0.73434-0.73693.

Sementara USD/JPY terindikasi terus merosot membidik level 113.000 hingga support kritis 112.500, dan USD/CHF termonitor mengincar support 0.90866 dan 0.90548

Jika kombonasi antara faktor sentiment dan teknikal tidak memihak pada USD, maka The Greenback berpotensi meninggalkan jejak grafik weekly dengan pola melandai pada sesi penutupan pasar New York dini hari nanti.

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas