Tusk : Negara Anggota UE Disarankan Menerima Permintaan Inggris

Tusk : Negara Anggota UE Disarankan Menerima Permintaan Inggris

Untuk ketiga kalinya Brexit akan mengalami penundaan setelah anggota parlemen Inggris menolak jadwal bagi Perdana Menteri Boris Johnson untuk memaksa secepatnya melalui undang-undang yang diperlukan untuk meninggalkan Uni Eropa.

Pada Selasa kemarin mayoritas anggota parlemen mengisyaratkan dukungan mereka terhadap perjanjian yang dicapai oleh Boris Johnson dengan 27 negara anggota Uni Eropa lainnya pada pekan lalu. Akan tetapi dalam pemungutan suara lanjutan yang hanya berselang 15 menit sesudahnya, mereko justru menolak untuk bergegad melalui undang-undang yang diperlukan untuk meninggalkan Uni Eropa dalam tiga hari kerja.

Sebuah laporan media di Inggris menunjukkan bahwa pihak Downing Street akan mendorong dilaksanakannya pemilihan jika Brexit ditunda hingga Januari mendatang. Diperkirakan tanggal pelaksanaan pemungutan suara sekitar tanggal 5 hingga 12 Desember mendatang dan akan menjadi pemilihan umum musim dingin yang pertama di negara tersebut sejak tahun 1974.

Namun fokus langsung kini telah bergeser dari Westminster ke Brussels, dimana 27 negara lainnya perlu untuk memutuskan apakah mereka akan menyatakan persetujuannya terhadap permintaan pemerintah Inggris untuk perpanjangan dari Johnson yang enggan mengemukakan kepada Uni Eropa bahwa parlemen Inggris membutuhkan lebih banyak waktu hingga akhir Januari 2020 mendatang untuk meninggalkan UE.

Dalam cuitannya di Twitter, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk yang merupakan memimpin diskusi ekstensi dengan para pemimpin Uni Eropa yang berbeda, mengatakan bahwa pihaknya akan merekomendasikan negara anggota Uni Eropa lainnya untuk menerima permintaan Inggris untuk perpanjangan waktu Brexit, mengingat bahwa keputusan PM Boris Johnson untuk menghentikan proses ratifikasi Witdrawal Agreement serta untuk menghindari terjadinya Hard Brexit.

Akan tetapi pada tahap ini masih belum jelas apakah Uni Eropa akan menerima permintaan Parlemen Inggris untuk menunda hingga Januari atau memutuskan tenggat waktu yang berbeda.

Keputusan ini akan tergantung pada pembicaraan yang dilakukan Tusk dengan para pemimpin yang berbeda, termasuk apakah nantinya akan ada yang mengangkat masalah tentang penundaan tersebut dan hal ini membutuhkan keputusan yang bulat.

Pihak Uni Eropa percaya bahwa perpanjangan lebih lanjut justru akan memperpanjang ketidakpastian bagi para warga dan pelaku bisnis di Inggris dan UE. Selain itu Tusk juga beranggapan bahwa UE harus memutuskan permintaan perpanjangan dengan prosedur tertulis yang berarti bahwa hal ini tidak memerlukan KTT darurat Brexit di Brussels.

Salah seorang pejabat Uni Eropa mengatakan kepada CNBC bahwa para pemimpin Uni Eropa lainnya dapat memutuskan permintaan penundaan paling cepat di hari Kamis besok, namun bisa saja hal ini diputuskan di pekan depan.(WD)

Ardian Karen

Read Previous

Menlu China: Beijing Bersedia Membeli Lebih Banyak Produk AS

Read Next

XpertHR: Pengusaha Inggris Berencana Mengendalikan Kenaikan Gaji Pada 2020

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *