• 12 Desember 2019

Trump Terus Memberikan Tekanan Kepada Powell

Presiden Donald Trump terus memberikan tekanan kepada kepala Federal Reserve, Jerome Powell untuk menurunkan suku bunga acuannya, setelah sebelumnya di awal tahun ini pengacara Gedung Putih mencoba mencari tahu apakah pihaknya dapat memberhentikan Jerome Powell dari jabatannya sebagai Ketua Federal Reserve.

Seperti diketahui oleh pasar bahwa Trump telah berulangkali memberikan tekanan kepada Powell seiring Federal Reserve yang menaikkan suku bunga The Fed di tahun lalu, yang dinilai telah meremehkan kebijakan ekonomi dan perdagangan dari pemerintah Trump.

Diperkirakan Federal Resereve akan membiarkan suku bunga stabil di akhir pertemuan kebijakan bank sentral pada hari Kamis dinihari nanti, namun berpotensi menetapkan dasar untuk kebijakan penurunan suku bunga di akhir tahun ini. Sebelumnya Gubernur European Central Bank, MArio Draghi telah mengisyaratkan bahwa pihaknya akan melonggarkan kebijakan moneternya untuk menangani laju inflasi yang rendah, yang mana langkah ini dinilai oleh Trump sebagai sebuah langkah yang tidak adil bagi AS, karena kebijakan ECB tersebut akan mendatangkan keuntungan untuk Eropa.

Komentar dari Trump tersebut semakin menambah tekanan terhadap Powell, yang tengah menghadapi ekspektasi pasar yang memperkirakan tiga kali penurunan suku bunga hingga akhir tahun ini, menyusul lemahnya data ekonomi AS yang walaupun masih menunjukkan pertumbuhan namun dalam laju yang lebih lambat.

Trump yang telah memilih Powell untuk menggantikan Janet Yellen sebagai pemimpin The Fed, mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya tidak merasa senang dengan apa yang telah dilakukan oleh Powell dengan kebijakan kenaikan suku bunganya di tahun lalu.

Bloomberg News mencoba mengutip dari sejumlah sumber yang mengetahui akan hal ini, dan diketahui bahwa pada bulan Februari lalu kantor penasihat Gedung Putih telah memeriksa legalitas terkait penurunan pangkat Jerome Powell menjadi gubernur Federal Reserve untuk negara bagian, dan ini merupakan langkah yang pertama kalinya dalam sejarah 100 tahun The Fed.

Robert C. Hockett, seorang profesor hukum di Cornell Law School, yang penelitiannya mencakup hukum moneter dan ekonomi, mengatakan penurunan pangkat mungkin tidak dianggap penghapusan. Tetapi setiap langkah Trump untuk melakukannya mungkin akan diperebutkan oleh anggota Senat, yang harus mengkonfirmasi calon presiden Fed dan Dewan Gubernur Fed, dan dapat mengarah pada tantangan hukum atas batas-batas kekuasaan presiden. Lebih jauh Hockett menilai bahwa FOMC sebagai pihak yang berwenang menetapkan kebijakan, dapat bertindak untuk menjaga otoritas Powell. (WD)