Trump Memberikan Sanksi Baru Iran, Targetnya Pembekuan Asset Pemimpin Tertinggi

Presiden AS Donald Trump memberikan sanksi baru kepada Iran pada hari Senin kemarin dan kali ini targetnya pembekuan asset kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi lainnya dengan mengambil langkah dramatis, yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran setelah Teheran menjatuhkan pesawat drone milik Amerika.

Dengan ketegangan memuncak antara kedua negara, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi, yang menurut Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan akan membekuan asset Iran dengan senilai miliaran dolar.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa sanksi itu sebagian merupakan tanggapan atas penghancuran drone AS oleh Iran pada pekan lalu, tetapi akan tetap terjadi. Dia mengatakan Khamenei pada akhirnya bertanggung jawab atas apa yang disebut Trump sebagai “perilaku rezim” di Timur Tengah.

Trump mengatakan sanksi itu “akan menutup akses Pemimpin Tertinggi dan kantor Pemimpin Tertinggi, dan mereka yang berafiliasi erat dengannya, akses ke sumber daya keuangan utama dan dukungan.”

Sementara itu Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, menanggapi sanksi tersebut dalam posting Twitter, dengan mengatakan Trump “membenci diplomasi, dan haus akan perang.” Tahun lalu, Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian internasional 2015 dengan membatasi jalur Teheran setelah dituduh membuat bom nuklir dan sejak itu meningkatkan sanksi untuk ekonomi Iran.

Mnuchin mengatakan Zarif akan ditargetkan dengan sanksi AS akhir pekan ini. Sanksi terbaru ditujukan untuk menolak akses kepemimpinan Iran ke sumber daya keuangan, menghalangi mereka dari menggunakan sistem keuangan Amerika Serikat atau memiliki akses ke aset apa pun di Amerika Serikat. “Siapa pun yang melakukan transaksi signifikan dengan orang-orang yang terkena sanksi ini dapat terkena sanksi sendiri,” kata Gedung Putih.

Sumber: Topgrowth Futures, Bloomberg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini