Trump Kembali Ingin Menambah Bea cukai Bagi Produk Cina

Trump Kembali Ingin Menambah Bea cukai Bagi Produk Cina

Kabar terbaru dari friksi perdagangan AS-Cina nampaknya semakin tambah panas, seiring pernyataan Presiden Donald Trump yang ingin menggandakan tingkat pajak bea masuk bagi barang impor Cina, setelah pihak Beijing mewujudkan ancamannya untuk meningkatkan tingkat pajak bagi produk AS, termasuk minyak mentah.

Trump merasa marah saat mengetahui bahwa Cina telah meresmikan rencana untuk menerapkan bea terhadap produk AS senilai $75 milliar, sebagai tanggap atas rencana tingkat pajak baru dari Washington yang dimulai di awal bulan ini. Reaksi awal ini langsung dikomunikasikan oleh Trump kepada para pejabat pembantu urusan dagang Gedung Putih, guna mendengarkan saran untuk menggandakan tingkat pajak yang ada saat ini.

Namun demikian Menteri Moneter AS Steven Mnuchin serta Perwakilan Dagang AS Robert Lightizer, meminta sejumlah eksekutif perusahaan untuk menghubungi presiden dan sekaligus memperingatkan mengenai efek langkah tersebut, termasuk terhadap pasar saham dan ekonomi AS.

Dalam tweetnya pada 23 Agustus lalu, Trump menetapkan kenaikan tingkat pajak 5%, sekitar $550 milliar terhadap produk-produk Cina, akan tetapi di hari-hari berikutnya, Sekretaris Pers Mnuchin dan Gedung Putih Stephanie Grisham mengatakan bahwa satu-satunya penyesalan yang dirasakan Trump adalah tidak meningkatkan tingkat pajak lebih tertinggi.

Pada hari Selasa kemarin sebelumnya, Trump menyatakan bahwa dirinya bisa mengambil tindakan lebih drastis lagi bagi Beijing guna menindaklanjuti praktik perdagangan Cina saat ini, yang mana hal ini akan terjadi jika dirinya memenangkan pemilihan umum di tahun depan dalam kondisi belum adanya kesepakatan dagang dengan Cina.

Trade War yang semakin berlarut-larut terus memberikan kontribusi bagi tingginya kekhwatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global. Ditambah lagi dengan ukuran ekonomi terakhir menyebutkan bahwa sektor manufaktur AS mengalami depresiasi di bulan Agustus untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.

Trump beranggapan bahwa Cina terus menjalankan praktik perdagangannya yang tidak adil, sementara AS berlaku sangat baik saat negosiasi dengan Beijing, sehingga dirinya terus menekan eksportir Cina dengan tingkat pajak. Dalam hal ini pihak Gedung Putih memilih diam saat diminta untuk memberikan komentar, demikian juga dengan Perwakilan Dagang AS dan Kementerian Moneter yang menolak berkomentar terkait luapan emosi Trump.

Para negosiator AS dan Cina akan bertemu di bulan ini, namun kedua pihak belum menetapkan tanggal tertentu untuk pertemuan mereka.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here