Trump : Kebijakan Pungutan Menjadi “Major Effect ” Bagi Melambatnya Pertumbuhan Cina

Terkait data pertumbuhan di Cina yang secara keseluruhan masih berjalan dengan lambat, Presiden AS Donald Trump mencoba memanfaatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi di Cina sebagai bukti bahwa kebijakan bea cukai AS memiliki “major effect” dan sekaligus memperingatkan bahwa Washington tidak mungkin memberikan lebih banyak tekanan di saat pembicaraan perdagangan bilateral antara keduanya berjalan dengan lambat.

Dalam tulisannya di sosial media Twitter, Trump mengatakan bahwa hal inilah yang menjadi sebab mengapa Cina ingin membuat kesepakatan dengan AS dan berharap bahwa mereka tidak melanggar kesepakatan semula. Pada bulan lalu pemimpin kedua negara telah bertemu di sela perhelatan KTT G20 dan telah bersepakat untuk melakukan gencatan senjata dalam perselisihan perdagangan yang telah berlangsung sepanjang tahun.

Kesepakatan tersebut diumumkan yang bertujuan untuk memulai kembali negosiasi yang sempat terhambat, namun tidak ada batas waktu yang ditetapkan bagi proses untuk mendapatkan kesepakatan. Presiden AS nampaknya semakin frustasi karena pihak Beijing belum memenuhi apa yang dipandang sebagai janji untuk mulai membeli lebih banyak barang pertanian dari AS, bahkan di saat pembicaraan masih berlangsung.

Akan tetapi sebuah sumber yang dapat dipercaya mengatakan bahwa pihak Cina tidak membuat komitmen yang kuat dalam pertemuan tersebut untuk segera membeli komoditas pertanian. Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro mengatakan pada Fox News, bahwa Presiden Trump akan menandatangani perintah kepada Washington untuk menaikkan ambang batas konten domestik AS untuk produk besi dan baja, yang mana hal ini akan semakin menambah tekanan kepada Cina.

Langkah tersebut bertujuan untuk menaikkan ambang batas dari 50% menjadi 95%, yang timbul di tengah berlanjutnya kecemasan terhadap tingkat produksi baja Cina yang berlebihan. Data resmi menunjukkan bahwa produksi baja mentah harian Cina naik hingga menyentuh rekor tertingginya di bulan Juni lalu, bahkan peningkatan ini terjadi di saat pembatasan produksi anti-polusi yang mendorong tingkat produksi bulanan berada sedikit lebih terendah.

Sebuah sumber yang mengetahui jalannya perundingan dagang AS-Cina, mengatakan bahwa pihak Washingtin ingin Beijing mengklarifikasi dokumen negosiasi apa yang akan menjadi dasar bagi perundingan sebelum menentukan tanggal yang pasti untuk pertemuan selanjutnya.

Sementara itu, Kedutaan Besar China di Washington, dan Duta Besar Cui Tiankai, telah meluncurkan akun Twitter mereka sendiri, yang ingin menaikkan visibilitas di ibukota AS untuk pandangan Beijing tentang pembicaraan perdagangan, Taiwan dan masalah lainnya.

Sumber: Topgrowth Futures, Reuters.

Ardian Karen

Read Previous

Pertumbuhan Posisi Rumah Di China Menurun Dibulan Juni

Read Next

Poundsterling Masih Berada Di Dekat Tingkat Terendahnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *