• 16 Desember 2019

Trade War Meruncing, Rate Bullion Naik

Perang Dagang Meruncing, Harga Emas Naik
Rate Bullion di bursa berjangka menguat kembali ke tingkat puncak dalam lebih dari enam tahun pada hari Selasa (03/08/2019), karena pemangkasan aktifitas manufaktur AS dibulan Agustus AS menimbulkan kegugupan tentang kesehatan ekonomi Paman Sam.

Ketegangan yang terkait dengan perdagangan, memunculkan kegugupan pula pada pertumbuhan ekonomi global dan ancaman pasar. Kondisi ini makin diguncang oleh keluarnya Inggris secara tidak teratur dari Uni Eropa. Para investor yang merasa was-was menarik diri ke safe haven, logam mulia.

Indeks manufaktur yang dirilis oleh Institute for Supply Management turun menjadi 49,1% pada Agustus dari 51,2% pada Juli. Pembacaan di bawah 50% menunjukkan kondisi yang memburuk. Ini adalah penurunan nilai ekonomi pertama dalam 35 bulan.

Ukuran ini menjustifikasi bagi rencana pemangkasan interest rate lebih lanjut oleh The Fed, yang diperkirakan akan diambil dalam pertemuan berkala Komisi Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada bulan September ini. Dengan menunjukn ke data ISM yang lemah, menjadi alasan lain untuk menaikkan eksposur logam mulia. Namun, secara keseluruhan, ukuran ekonomi AS memang beragam, dimana data pengeluaran konstruksi AS naik 0,1%, setelah angkanya disesuaikan secara musiman pada bulan Juli, dan data manufaktur PMI Agustus positif. Jadi ukuran ekonomi memang agak campur aduk.

Rate logam mulia untuk kontrak pengiriman bulan Desember naik $ 26,50, atau 1,7%, menetap di $ 1,555,90 per troy ons di Comex, puncak sejak April 2013. Itu adalah keuntungan pertama untuk kontrak paling aktif dalam empat sesi. Itu selesai minggu lalu turun 0,5%, tetapi 6,3% lebih tertinggi pada bulan Agustus. ()