• 11 Desember 2019

Tingkat Pengangguran Jepang Bulan September Dilaporkan Naik

Tingkat Pengangguran Jepang Bulan September Dilaporkan Naik

Tingkat pengangguran di Jepang untuk bulan September dilaporkan naik dari posisi terendahnya dalam 30 tahun akibat dari merosotnya ketersediaan lapangan kerja sehingga menunjukkan pasar tenaga kerja Jepang yang kemungkinan mengalami fase tersempitnya dalam beberapa dekade terakhirnya.

Pasar tenaga kerja yang ketat dinilai oleh sebagian kalangan akibat peningkatan populasi warga lanjut usia yang bersamaan dengan menurunnya populasi usia produktif di Jepang. Namun demikian laju pertumbuhan upah dinilai masih tetap lemah dan perusahaan khawatir akan memberikan lebih banyak keuntungan kepada karyawanakibat dampak dari ketidakpastian prospek ekonomi.

Hal tersebut telah menggagalkan harapan dari para pembuat kebijakan untuk menciptakan impuls ekspansif guna memacu laju ekonomi yang tengah dirundung kelesuan, dimana gaji yang lebih tinggi telah mendorong laju pengeluaran konsumen sehingga mampu memberikan dukungan terhadap inflasi.

Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi melaporkan tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman naik menjadi 2.4%, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 2.3% dari para ekonom. Tingkat pengangguran di Jepang pernah berada di level terendahnya di 2.2% pada periode Juli-Agustus, yang merupakan level paling rendah sejak 1992.

Rasio lapangan kerja untuk para pencari kerja mengalami penurunan hingga menjadi 1.57 di bulan September, yang mana angka tersebut masih lebih rendah dari perkiraan median di angka 1.59. Ekonom senior di Japan Research Institute,

Yusuke Shimoda mengatakan bahwa lingkungan kerja tetap menguntungkan seiring permintaan domestik yang kuat serta masih adanya sejumlah perusahaan yang mengalami kondisi kekurangan tenaga kerja, namun tetap ada kekhawatiran mengenai laba perusahaan seiring friksi perdagangan antara AS dengan Cina, sehingga laju peningkatan di pasar tenaga kerja kemungkinan akan melambat.

Data pengangguran juga menunjukkan bahwa jumlah mereka yang mencari pekerjaan naik 90.000 pada September menjadi 420.000 dari Agustus. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda juga mengatakan bahwa tingkat upah tidak mampu mencatat banyak kenaikan meskipun pasar tenaga kerja semakin ketat.

Hal ini dikarenakan lambatnya permintaan global serta meningkatnya perselisihan dagang AS-Cina yang telah merusak ekonomi Jepang yang sangat bergantung terhadap ekspor. Sementara kenaikan pajak penjualan di bulan Oktober telah memicu kekhawatiran penurunan laju konsumsi domestik dalam beberapa bulan mendatang.(