• 31 Maret 2020

Tingkat Pengangguran Australia Turun, Pasar Menunggu Pertemuan RBA

Berita EMAS – Sebagai bentuk tanggap darurat atas wabah COVID-19 yang terus mengganas, Reserve Bank of Australia (RBA) akan mengadakan pertemuan darurat hari ini. Hal ini membuat agenda peluncuran data angka tingkat pengangguran menjadi luntur tingkat pentingnya, atau lebih tepatnya, rasa urgensi seputar data ini. Namun demikian, masih ada yang layak untuk dipertimbangkan.

Data terkini menunjukkan ada
peningkatan lapangan kerja sebesar 26,7 ribu dibulan Februari. Angka ini lebih
baik dari perkiraan Reuters sebesar 10 ribu saja. Dimana 6,7 ribu diantaranya
merupakan pekerjaan full time. Sementara
tingkat pengangguran di bulan Februari sebesar 5,1%, lebih baik dari perkiraan
Reuters sebesar 5,3%.

Data Pekerjaan ini dirilis oleh Biro
Statistik Australia. Mencerminkan jumlah pekerja yang menganggur dibagi dengan
total angkatan kerja sipil. Jika tingkat kenaikan, menunjukkan kurangnya
ekspansi di pasar tenaga kerja Australia. Akibatnya, kenaikan menyebabkan
melemahnya ekonomi Australia. Penurunan angka dipandang sebagai positif (bullish)
untuk AUD, sementara kenaikan dipandang sebagai negatif (bearish).

Paska pengumuman ini, pergerakan
AUDUSD teredam mengingat posisi pasangan ini sudah mencapai level terendah
dalam beberapa tahun terakhir dalam perdagangan semalam setelah Indek dolar AS naik
ke 101. Menjelang laporan tenaga kerja, AUDUSD sempat tertekan medekati level terendah
di bawah 0,5800.

Pelaku pasar nampaknya memilih menunggu
keputusan tingkat suku bunga yang akan diputuskan dalam pertemuan darurat RBA termasuk
rincian kebijakan QE. RBA akan merilis pernyataan setelah pertemuan pada siang ini
di mana RBA diperkirakan akan memangkas suku bunga menjadi 0,25 persen, yang akan
menjadi yang terendah dalam sejarah Australia. Setelah ini, suku bunga tidak
bisa turun lebih rendah – RBA telah mengatakan 0,25 persen adalah batas
bawahnya. Gubernur RBA Philip Lowe akan merilis rincian program pembelian aset
RBA (yaitu pelonggaran kuantitatif) yang akan melibatkan pembelian obligasi
Pemerintah Australia. Program pembelian obligasi akan menyuntikkan sistem
keuangan Australia dengan uang tunai tambahan untuk memastikan tetap berfungsi
dengan lancar di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari wabah
COVID-19.