• 12 Desember 2019

Tingkat Pengangguran Australia Masih Berada Di 5.2% Pada Bulan Juni

Jumlah penyediaan lapangan kerja full time di Australia mengalami lonjakan di bulan Juni lalu, namun demikian tingkat pengangguran tetap berada di angka 5.2% seiring jumlah para pencari kerja yang lebih banyak sehingga memberikan sinyal untuk adanya kebijakan stimulus yang lebih besar dari RBA.

Bank sentral Australia saat ini tengah mengamati sektor tenaga kerja secara seksama, untuk melihat sejauh mana laju pertumbuhan upah sehingga mampu memberikan dukungan bagi laju inflasi. Baru-baru ini Reserve Bank of Australia memperkirakan bahwa tingkat pengangguran harus turun hingga 4.5% untuk memberikan dukungan bagi laju pertumbuhan upah.

Untuk mencapai level tersebut, RBA telah memangkas suku bunga sebanyak dua kali sejak bulan Juni hingga ke rekor terendahnya di 1%, seiring laju ekonomi Australia yang tengah berkutat dengan penurunan harga rumah serta lemahnya laju pengeluaran konsumen.

Para ekonom mengharapkan adanya pemangkasan suku bunga lanjutan di akhir tahun ini, kemungkinan besar di bulan November mendatang, sementara beberapa ekonom memperkirakan suku bunga akan berada di 0.5% pada tahun 2020 mendatang, seiring RBA yang akan meningkatkan upaya mereka untuk menghidupkan kembali laju pertumbuhan Australia yang saat ini sebesar A$1.9 triliun yang merupakan level terendahnya dalam satu dekade terakhir.

Menekan angka pengangguran hingga ke 4.5% nampaknya merupakan tuga yang sulit, seiring data hari ini yang menunjukkan tingkat pengangguran masih bertahan di 5.2% meskipun mampu menciptakan 21,100 lapangan kerja full time di bulan Juni.

Tingkat pengangguran Australia sempat berada di kisaran 4.9% di bulan Februari, namun sejak saat itu justru merangkak naik hingga ke level saat ini. Perlambatan ini dipimpin oleh penurunan besar-besaran pada lapangan kerja paruh waktu yang sebelumnya mengalami lonjakan di bulan Mei, seiring perekrutan sementara saat pemilihan umum.

Secara keseluruhan pertumbuhan laju lapangan kerja di tingkat tahunan berada di level 2.4%, yang mana angka ini melampaui laju pertumbuhan lapangan kerja di AS yang hanya sebesar 1.6%. Akan tetapi semakin besarnya gelombang imigran yang terampil, telah menciptakan semakin banyaknya tenaga kerja di negara tersebut.

Pertambahan populasi Australia di tingkat tahunan tercatat sebesar 1.6%, yang mana angka ini termasuk yang tertinggi di negara maju. Sedangkan jumlah partisipas kerja tetap berada di rekor tertingginya sebesar 66.0% di bulan Juni, yang berarti hampir dua dari tiga orang saat ini memiliki partisipasi di pasar tenaga kerja Australia.(WD)