Tiga Alasan Euro Bisa Terkoreksi

Tiga Alasan Euro Bisa Terkoreksi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Jakarta – Kenaikan Euro atas Dolar AS telah berjalan selama dua pekan, lajunya dalam baying-bayang koreksi setidaknya untuk saat ini. Disisi lain, pengawasan Eropa terhadap penyebaran corona dianggap sangat menjanjikan dan harapan dari sejumlah stimulus besar-besaran UE juga mendukung kenaikan lebih lanjut.

Pun demikian, pasangan mata uang ini memiliki tiga alasan untuk mengalami koreksi. Pertama, antusiasme China untuk memborong saham berkurang. Kedua, data ekonomi zona Euro melemah dan ketiga, penurunan jumlah korban corona di AS.

Pada perdagangan di hari Senin, pergerakan pasar banyak dipengaruhi oleh sentiment dari China, di mana media pemerintah telah menggembar-gemborkan pasar saham bullish sebagai tindaklanjut pemulihan. Saham-saham melonjak di Shanghai dan pencarian “open stock account” melejit di mesin pencari China. Optimisme membawa saham di area lain dan sukses membuat dolar selaku safe-haven di bawah tekanan.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan volume perdagangan mencapai posisi tertinggi sejak 2015 – tetapi reli tahun itu akhirnya berakhir dengan ledakan gelembung. Mungkin ada kesadaran baru akan bahaya setelah memompa valuasi, keempat outlet keuangan utama milik negara China menyerukan agar investor dan spekulator bersikap rasional – membebani saham. Itu memungkinkan dolar pulih.

Faktor kedua yang bisa membuat Euro terkoreksi dalam jangka pendek ini adalah data-data ekonomi zona ini yang lemah.  Sebagaimana dikabarkan bahwa perekonomian Jerman memang mengalami rebound namun kurang dari yang diharapkan. Produksi industri naik 7,8% di bulan Mei, lebih lemah dari yang diharapkan. Publikasi hari Selasa mengikuti angka Factory Orders yang mengecewakan pada hari Senin yang hanya naik 10,4%. Meskipun peningkatan ini sangat besar dalam hal absolut, mereka mengikuti penurunan pada bulan April dan Maret.

Keyakinan Investor Sentix pulih ke angka -18,2 poin, tetapi itu masih mencerminkan pesimisme yang mendalam. Sementara itu, defisit neraca perdagangan Perancis tumbuh lebih dari yang diharapkan. Secara keseluruhan, jalan menuju pemulihan masih lambat, meskipun pembukaan lockdown Eropa sudah mulai dilakukan.

Ketiga adalah jumlah korban Corona di AS yang menurun. Investor AS berpegang teguh pada statistik COVID-19 AS, dimana menunjukkan kurang dari 50.000 kasus baru dan penurunan kematian di bawah 300, sesuai dengan data CDC. Namun, penting untuk dicatat bahwa laporan yang keluar pada hari Senin menderita “efek akhir pekan” – tidak dilaporkan selama akhir pekan.

Akhir pekan yang lebih panjang karena libura Hari Kemerdekaan AS dimana angka pekerjaan mungkin akan menyusul dilaporkan pada hari Selasa. Laporan dari Florida, California, dan Texas menunjukkan beberapa rumah sakit kewalahan, dapat mengurangi mood dan meningkatkan greenback. EURUSD telah di kaki belakang dan mendapatkan ruang untuk memperpanjang penurunannya.

Kalender AS menampilkan laporan pembukaan pekerjaan JOLT untuk bulan Mei dalam pembaruan pasar tenaga kerja yang diawasi oleh Federal Reserve dan memiliki beberapa kepentingan meskipun terlambat dirilis. Non-Farm Payrolls yang sudah dirilis pada hari Kamis berhubungan dengan Juni. Sementara data Indeks Manajer Pembelian Non-Manufaktur ISM menghancurkan ekspektasi dengan 57,1 poin – namun itu mungkin gagal untuk mempengaruhi penurunan aktivitas ekonomi baru-baru ini karena penyebaran virus. Raphael Bostic, Presiden Federal Reserve cabang Atlanta, mengatakan pemulihan mungkin mendatar.

Secara teknis, EURUSD diperdagangkan di atas garis SMA 50, 100, dan 200 dan momentum tetap positif, namun gagal untuk ketiga kalinya dalam usaha menembus level 1,1350. Ini menjadi indikasi munculnya tekanan jual. Dalam pandangan umu, apa yang tidak bisa naik ya harus turun, setidaknya untuk saat ini.

Oleh sebab itu, perlu digaris bawahi batas support EURUSD di 1,1265, sebagai posisi tinggi dari minggu lalu, diikuti oleh 1,1220, yang menjadi level support dari saat itu. Baris berikutnya yang harus diperhatikan adalah 1.1285 dan 1.1265.

Ditengah baying-bayang koreksi, EURUSD masih memendam upaya naik dan menembus level resisten di 1,13, diikuti oleh triple-top dari 1,1350 yang disebutkan sebelumnya. Lebih jauh di atas, 1,1385 adalah 1,1410 sebagai target jauh EURUSD.

Gulir ke Atas