The Greenback Terkoreksi Pasca Publikasi US CPI

The Greenback Terkoreksi Pasca Publikasi US CPI
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Mata uang Amerika Serikat mulai menjauhi level tertingginya dalam satu tahun, pada hari Rabu malam kemarin (13 Oktober 2021), menyusul publikasi data US CPI yang menunjukkan harga naik secara solid pada bulan September 2021. Di sisi lain, hasil pertemuan FOMC Minutes mengkonfirmai bahwa Tapering akan dimulai dengan segera.

EUR/USD sempat menggapai level high 1.15980, sementara GBP/USD terdeteksi solid menjejaki graik naik dan termonitor sedang mengusik EMA 200 H4 (1.36723). Disusul oleh performa apik AUD/USD yang saat ini berpotensi menyapa level 0.74000. Sementara USD/CHF terus melandai dan mengincar level 0.92000

US CPI naik 0.4% melebihi ekspektasi  (0.3%) yang diantisipasi para ekonom. Data berbasis tahunan, juga naik secara meyakinkan, yaitu 5.4%, naik dari 5.3% pada bulan Agustus. Di luar komponen harga makanan dan energy yang volatile, yang dikenal dengan Core CPI, juga tercatat naik 0.2% pada September 2021, setelah bulan Agustus beringsut naik tipis 0.1%.

Sementara, imbal hasil obligasi AS untuk jangka- pendek , yang secara khusus bertandem dengan ekspektasi suku bunga, naik pasca dirilis US CPI. Namun, untuk imbal hasil jangka-panjang menurun, yang mengindikasikan bahwa pasar masih belum menyepakati kesinambungan periode inflasi.

Melonjaknya harga energy juga telah menambah kekhawatiran inflasi dan memicu persepsi bahwa Fed mungkin perlu bertindak lebih cepat untuk menormalkan kebijakan daripada yang diproyeksikan sebelumnya.

Risalah dari pertemuan Fed bulan September lalu, mengisyaratkan bahwa para Gubernur Bank Sentral dapat mulai  menerapkan Tapering stimulasi di era krisis untuk mendukung geliat ekonomi pada pertengahan November nanti. Meskipun mereka tetap menakar dan mengantisipasi antara seberapa besar ancaman yang akan ditimbulkan oleh inflasi tinggi dan seberapa cepat Fed perlu meningkatn suku bunga.

OIL Naik di Tengah Stok Bensin AS Anjlok

Di sisi lain, harga Oil pada hari ini, Kamis (14 Oktober 2021) sejak opening pasar Asia hingga menjelang zona waktu pasar London, mulai merenda kembali grafik naik setelah stok bensin dan minyak sulingan  Amerika Serikat anjlok lebih besar dari perkiraan

Kenaikan harga Oil juga ditopang oleh ekspektasi bahwa melejitnya harga gas alam menjelang musim salju akan memicu peralihan  memburu  oil untuk memenuhi demand pemanas

API (American Petroleum Institute) pada Rabu kemarin melaporkan bahwa stok minyak mentah AS naik 5.2 juta barel  untuk akhir pekan 8 Oktober, namun stok bensin menurun sebanyak 4.6 juta barel dan stok minyak sulingan anjlok 2.7 juta barel.

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas