Tekanan Terhadap Emas Berlanjut Menjelang Data Inflasi

Tekanan Terhadap Emas Berlanjut Menjelang Data Inflasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Menjelang dirilisnya data inflasi AS yang akan memberikan petunjuk mengenai kapan waktunya Federal Reserve dapat memulai kebijakan pengurangan asetnya, harga komoditas Emas berjangka terus mengalami tekanan turun di sesi perdagangan Asia pagi ini.

Sejak pembukaan sesi Asia pagi hari tadi, perdagangan Emas berjangka mencatat penurunan tipis 0.09%, namun nilai Dollar yang biasanya berbanding terbalik dengan harga Emas justru juga mencatat penurunan tipis, pasca naik ke level tertingginya dalam dua pekan di hari Senin kemarin.

Pergerakan harga Emas berada di bawah kisaran $1800 per troy ounce seiring para investor yang menimbang risiko pasar akibat penyebaran virus corona varian Delta serta ekspektasi peningkatan inflasi.

Saat ini para investor memilih untuk menunggu hasil data indeks harga konsumen AS yang akan dirlis malam hari nanti, yang mana analis pasar senior di Oanda Corp, Edward Moya menilai bahwa jika angkanya lebih tinggi dari yang diharapkan maka ekspektasi mengenai waktu The Fed untuk memulai kebijakan pengurangan asetnya akan bergeser menjadi November dari sebelumnya di bulan Desember mendatang.

Dalam sebuah catatannya Moya menuliskan bahwa harga Emas saat ini masih cukup stabil karena para investor tengah menunggu laporan inflasi Agustus, yang mungkin mampu memberikan petunjuk bahwa laju inflasi bersifat sementara.

Namun guncangan akibat penyebaran virus varian Delta kepada kondisi rantai pasokan, kemungkinan besar akan menunjukkan sejumlah posisi sebaliknya yang akan menjadi kejutan bagi pasar.

Selain itu setelah data inflasi yang akan dirilis malam ini waktu AS, para pelaku pasar juga akan terfokus untuk menunggu hasil kebijakan The Fed pada pertemuan kebijakannya di pekan depan.

Sementara itu anggota dewan eksekutif ECB Isabel Schnabel mengatakan pada hari Senin kemarin, bahwa laju inflasi di kawasan Euro kemungkinan besar akan segera mereda setelah tahun 2022 mendatang, namun European Central Bank nampaknya siap bertindak jika laju inflasi belum mereda hingga batas waktu yang diperkirakan.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas