Tanda-Tanda Perlambatan Virus Picu Penurunan Permintaan Safe Haven, Dolar dan Emas Tertekan

Berita Emas Terbaru – Dolar AS pada hari Rabu mencatat penurunan harian ketiga beruntun setelah The Fed membuka pintu terbuka untuk pelonggaran moneter lebih lanjut dan juga mengurangi harapan untuk pemulihan ekonomi dari pandemic virus ini.

Dolar juga terbebani karena tanda-tanda pandemic coronavirus telah surut di beberapa negara dan mengurangi permintaan safe haven untuk menyimpan dana dalam dolar. Lebih banyak negara mengambil Langkah untuk segera membuka Kembali perekonomian mereka karena infeksi virus melambat, hal ini menjadi alas an untuk optimisme pasar.

Selain itu meningkatnya selera untuk mata uang beresiko juga datang dari hasil pengujian pengobatan remdesivir obat antivirus Gilead Sciences yang potensial untuk pasien Covid-19. Gilead melaporkan uji coba obat antivirus menunjukan setidaknya 50% pasien yang diobati dengan dosis lima hari remdesivir membaik dan lebih dari setengahnya telah keluar dari rumah sakit dalam dua minggu.

Beberapa alasan diatas menjadi pemicu untuk aksi jual dolar yang bisa berlanjut hari ini. Indeks dolar kemarin telah turun ke 99,50, jika hari ini Kembali melewati level tersebut maka dolar semakin tertekan.

Sementara itu Emas yang dikenal sebagai safe haven juga tertahan dengan meningkatnya optimism pasar sehingga kenaikan emas menjadi terbatas. Emas memang menguat karena Fed membuka pintu untuk stimulus ekonomi tetapi kondisi di pasar akan membatasi kenaikan setidaknya ke level 1720,00.

Hari ini pelaku pasar mengalihkan perhatian kepada pertemuan bank sentral Eropa (ECB) yang akan memperngaruhi pergerakan mata uang euro. Euro akan melemah jika ECB membuat kebijakan yang cenderung dovish, jika itu terjadi maka sebagai rival euro, dolar bisa mendapat sedikit keuntungan.