Survei Reuters: Output Pabrikan Jepang Diperkirakan Turun

Output pabrikan Jepang diperkirakan telah turun pada bulan Juni setelah sempat naik dua bulan sebelumnya, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan pada hari Jumat. Penurunan ini dikarenakan pertumbuhan global yang melambat dan trade war AS-China yang berlarut-larut memberikan tekanan lebih besar pada produsen di seluruh dunia.

Produksi industri diperkirakan turun 2,0% pada Juni dari bulan sebelumnya, setelah lonjakan 2,3% pada Mei dan kenaikan 0,6% pada April, jajak pendapat dari 17 ekonom.

Meredanya permintaan luar negeri karena trade war dan meningkatnya proteksionisme telah sangat membebani ekonomi Jepang tahun ini, melukai ekspor dan mendorong kepercayaan produsen ke level terendah tiga tahun.

Tren turun Ekspor berdampak buruk pada kegiatan produksi dan belanja modal pabrik. Meskipun produksi industri telah meningkat untuk bulan kedua berturut-turut di bulan Mei, persediaan juga telah meningkat dan penyesuaian tekanan masih dianggap tinggi.

Data terbaru menunjukkan ekspor Jepang turun selama tujuh bulan berturut-turut pada Juni, menandakan pendalaman hambatan eksternal pada ekonomi terbesar ketiga dunia itu menjelang kenaikan pajak penjualan nasional yang dijadwalkan pada Oktober yang diperkirakan akan mengurangi konsumsi.

Kementerian perdagangan akan mempublikasikan output pabrikan pada 30 Juli pukul 06:50 WIB.

Bank of Japan (BOJ) sebagian besar diperkirakan akan menjaga kebijakan moneter stabil pada pertemuan kebijakan dua hari yang akan berakhir pada hari Selasa, setelah minimnya tindakan oleh mitra Eropa-nya minggu ini.

Namun, Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda kemungkinan akan menggunakan arahan pertemuan sebelumnya untuk menekankan kesiapannya dalam meningkatkan stimulus jika ekonomi kehilangan momentum untuk mencapai target inflasi 2%, kata para analis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini