Surplus Anggaran Jerman Mengalami Penurunan

Surplus Anggaran Jerman Mengalami Penurunan

Kantor statistik Uni Eropa, Eurostat melaporkan surplus anggaran pemerintah Jerman yang disesuaikan secara musiman, sebesar 1.7% dari besaran GDP negara tersebut pada kuartal kedua lalu, turun dari 2.0% dari tiga bulan sebelumnya.

Selama bertahun-tahun pemerintah Jerman telah mencatat surplus anggaran yang besar, dan saat ini tengah berada di bawah tekanan dari ECB, IMF serta negara anggota Eurozone lainnya untuk membelanjakan anggarannya lebih banyak di sektor investasi yang telah lama tertunda untuk membantu mencegah terjadinya perlambatan ekonomi di negara ekonomi terbesar zona Euro tersebut. Sementara itu besaran surplus anggaran yang tidak disesuaikan untuk perubahan musiman, tercatat sebesar 3.2% dari GDP Jerman selama kuartal kedua, naik dari 2.2% di tiga bulan pertama.

Sebuah survei dari ECB menunjukkan bahwa bank-bank di kawasan Euro telah melonggarkan standar kredit mereka di periode kuartal ketiga dan berharap untuk menjaga mereka tidak berubah dalam tiga bulan terakhir di tahun ini. Langkah ini setidaknya berpotensi menjadi bantuan bagi para pembuat kebijakan yang merasa takut terhadap terjadinya penurunan laju pinjaman di tengah terjadinya perlambatan pertumbuhan di kawasan tersebut.

Seiring terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi serta makin tingginya kekhawatiran terhadap resesi, bank sentral Eropa telah memberikan persetujuannya terhadap langkah-langkah stimulus yang lebih luas, sekaligus berharap bahwa hal ini akan membuat kredit menjadi lebih murah dan membuat pinjaman bank ke sektor ekonomi riil selama pertumbuhan ekonomi berada dalam periode yang kurang baik.

Dalam survei yang dirilis oleh ECB menyebutkan bahwa standar kredit atau kriteria persetujuan pinjaman internal bank mereda untuk sektor pinjaman bisnis dan hipotek selama periode kuartal ketiga, sehingga mengalahkan ekspektasi terhadap tidak adanya perubahan secara signifikan.

ECB juga menambahkan bahwa untuk kuartal keempat tahun ini, bank mengharapkan standar kredit tetap tidak berubah secara luas untuk semua kategori pinjaman. Di lain pihak para eksekutif bank sering mengeluhkan mengenai tingkat suku bunga negatif dari ECB sebagai hambatan untuk pertumbuhan pinjaman.

Survei terhadap 144 lembaga pemberi pinjaman menunjukkan bahwa tingkat fasilitas deposito negatif terus memberikan kontribusi terhadap peningkatan volume pinjaman serta penurunan laju suku bunga pinjaman di semua kategori sektor tersebut.

Sektor perbankan mengharapkan bahwa di periode kuartal keempat standar kredit untuk tetap tidak berubah secara luas untuk semua kategori pinjaman. Sedangkan dalam hal laju permintaan, bank melihat adanya peningkatan permintaan bersih untuk pinjaman perumahan untuk kredit konsumen, sementara mereka memperkirakan laju permintaan untuk sektor pinjaman usaha tetap tidak mengalami perubahan secara lebih luas.

Pada hari Kamis lusa, European Central Bank akan melakukan pertemuan, yang juga merupakan pertemuan terakhir bagi Mario Draghi selaku presiden bank sentral Eropa tersebut dan para pelaku pasar mengharapkan tidak adanya perubahan kebijakan, bahkan mengharapkan bank sentral tetap mempertahankan nada dovish.(WD)