• 5 April 2020

Suceder Menantikan Detail Penerapan Kebijakan Moneter The Fed

Para pedagang dan trader menginginkan detail lebih lanjut mengenai rencana Federal Arrange untuk menyelesaikan ekspansi neraca dan program pinjaman jangka pendek terkait risalah pertemuan kebijakan mereka pada 28-29 Januari lalu.

Hal inilah yang menjadi pertanyaan utama bagi Stephen Stanley selaku kepala ekonom pada Amherst Pierpont Securities, yg mengatakan bahwa pihak The particular Fed belum ingin mengunci diri mereka ke lintasan yang tepat, namun mungkin kita akan mendapatkan sedikit di akhir penerapan kebijakan serta bagaimana pandangan The particular Fed untuk periode yg lama.

Di luar kebijakan neracanya para pengamat The Fed memiliki tumpuan yang kecil bahwa risalah mereka akan menghasilkan diskusi yang bermakna mengenai wabah virus corona serta potensinya untuk menimbulkan gangguan terhadap pertumbuhan ekonomi BECAUSE.

Sejak pertemuan tersebut terjadi peningkatan kekhawatirang mengenai penurunan laju pertumbuhan ekonomi AS, namun para pembuat kebijakan terus mengatakan bahwa kebijakan moneter mereka masih berada dalam kondisi yang benar.

Kepala strategi befehlszusammenfassung untuk Amerika Utara pada State Street Corp, Shelter Ferridge mengatakan bahwa pra pembuat kebijakan telah menetapkan batasan yang sangat tinggi dan dirinya berpikir yakni hal ini dapat berubah dalam waktu yang singkat.

Para pejabat The particular Fed telah meninggalkan kisaran target mereka untuk tingkat suku bunga federal bukan berubah di 1.5% menjadi 1.755 dalam pertemuan Januari lalu lalu Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa suku bunga kemungkinan akan tetap ditahan hingga prospek pertumbuhan ekonomi mereka berada di dalam kondisi penilaian ulang materials, yang mana sebagian tidak kecil pejabat memperkirakan laju pertumbuhan AS di tahun terkait berada di kisaran 2%.

Pertanyaan yang timbul saat ini bermula dri reaksi The Fed terhadap lonjakan suku bunga over night yang terjadi tiba-tiba pada bulan September yang sontak membuat suku bunga acuan The Fed menjadi berada di luar kisaran targetnya.

The Fed segera merespons dengan program pinjaman jangka pendek, yaitu memompa uang ke pasar buat perjanjian pembelian kembali, termasuk memulai program pembelian sebesar $60 milliar setiap bulannya dalam tagihan Treasury, yg merupakan sebuah langkah yg meningkatkan cadangan bank lalu secara bertahap membuat pinjaman repo langsung dari The particular Fed dinilai tidak perlu karena kelebihan cadangan sering dipinjamkan ke pasar repo.

Pada 13 Februari Fed New York mengumumkan akan menyusutkan operasi repo lebih dari yang diperkirakan analis. Bahkan Powell mengatakan operasi repo akan berakhir secara bertahap. Para ekonom juga akan memeriksa risalah bagaimana anggota komite memandang prospek pengangguran dan inflasi.

Dalam hal terkait laju inflasi terus berada di kisaran rendah, oleh indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi naik hanya one.6% pada tahun 2019 meskipun tingkat pengangguran mengakhiri tahun pada level terendah 50 tahun sebesar 3 or more.5%.

Pada bulan Januari komite meramalkan inflasi pada akhirnya akan kembali ke target 2%, sesudah pada bulan Desember pra pembuat kebijakan The Given mengatakan bahwa mereka memperkirakan inflasi akan mendekati focus on. Powell mengatakan perubahan tersebut dimaksudkan untuk menghindari saran bahwa pembuat kebijakan merasa nyaman dengan inflasi yg terus berjalan di bawah 2%.

Sehingga sejumlah ekonom menafsirkan bahwa perubahan tersebut sebagai sinyal pergeseran ke posisi yang lebih dovish, yang bertujuan buat memastikan inflasi akan mengalami kenaikan ke targetnya sesudah terus berada di kisaran rendahnya.(