Subsidi Pemerintah Korea Selatan Untuk Tunjangan Pengangguran Mencapai Rekornya

Jumlah tunjangan pemerintah Korea Selatan yang diperuntukan bagi para pencari kerja yang mengalami PHK, telah memecahkan rekornya bulan Juli dari sisi jumlah nominal yang dikeluarkan, sehingga semakin memberikan cerminan bahwa pasar tenaga kerja di negara tersebut masih mengalami stagnansi.

Ministry of Employment and Labor mengumumkan bahwa pemerintah Korea Selatan telah mengeluarkan dana hingga 758.9 milliar Won ($622.7 juta) dalam bentuk tunjangan bagi pengangguran selama periode pencarian kerja di bulan Juli, atau mengalami lonjakan sebesar 30.4% dari 582 milliar Won di periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut mencapai rekor tertinggi terbaru, hingga melampaui rekor sebelumnya sebesar 758.7 milliar Won pada bulan Mei lalu.

Tunjangan pencarian kerja adalah jenis tunjangan pengangguran yang ditawarkan oleh pemerintah untuk orang-orang yang kehilangan tunjangan asuransi kerja karena kehilangan pekerjaan. Sejumlah kalangan melihat adanya korelasi antara kenaikan tajam di bulan Juli dengan kondisi pekerjaan yang tidak menguntungkan sehingga menyebabkan peningkatan pengangguran.

Menurut data dari kementerian, jumlah penerima tunjangan naik 12.2% dari bulan yang sama di tahun sebelumnya menjadi 500 ribu di bulan Juli, dengan jumlah pencari kerja baru hingga 101 ribu orang.

Pihak pemerintahan Seoul telah menambahkan peningkatan subsidi negara menyusul kenaikan jumlah orang yang ditanggung oleh asuransi ketenagakerjaan yang dikelola oleh negara, seiring kebijakan pemerintah yang memihak sektor perburuhan sehingga mendorong usaha kecil dan menengah untuk memperluas cakupan bagi sebanyak mungkin pekerja.

Hingga saat ini jumlah orang yang memiliki perlindungan asuransi tenaga kerja di bulan Juli berjumlah 13,722,000 orang, naik sebesar 4.1% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan manfaat pencarian kerja juga disebabkan oleh kenaikan rentang pembayaran harian dari kisaran antara 54,216 Won – 60,000 Won menjadi 60,120 – 66,000 Won per orang. Tunjangan bulanan rata-rata per orang mencapai 1,519,000 Won di bulan lalu, naik sebesar 38.7% dari 1,095,000 Won pada dua tahun lalu.

Jumlah pekerja yang dilindungi oleh asuransi tenaga kerja di sektor industri yang mendapat pengaruh dari kebijakan pembatasan ekspor oleh Jepang, naik sebanyak 600 untuk sektor elektronik dan telekomunikasi serta mencatat kenaikan sebanyak 4500 di sektor pembuatan produk chip. Sedangkan di sektor manufaktur komponen elektronik justru mengalami penurunan sebanyak 3700 orang.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini