Sistem Data RBNZ Terkena Cyber Attack

Sistem Data RBNZ Terkena Cyber Attack
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Bank Sentral Selandia Baru mengatakan bahwa terjadi serangan cyber yang melanggar sistem data mereka serta mempengaruhi pengguna lainnya dari aplikasi pihak ketiga, namun pihaknya mengatakan bahwa itu bukan menjadi target khusus peretasan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Disebutkan bahwa layanan berbagi file yang disediakan oleh pihak Accellion yang berbasis di California telah diakses secara ilegal, dan Gubernur RBNZ Adrian Orr mengatakan bahwa layanan file sharing, yang digunakan oleh bank untuk berbagi informasi untuk pemangku kepentingan eksternal, telah dimatikan selama ivestigasi dilangsungkan dan memerlukan waktu untuk menentukan dampak penuh dari pelanggaran tersebut.

Lebih jauh dalam sebuah pernyataannya Orr mengatakan bahwa pihaknya telah diberitahu oleh pihak ketiga bahwa ini bukanlah serangan khusus terhadap bank sentral tersebut dan pengguna lain dari aplikasi berbagi file tersebut juga disusupi, namun Orr menyebut bahwa funsi inti dan sistem keuangan Selandia Baru tetap sehat, termasuk mengenai operasi pasar dan pengelolaan kas dan sistem pembayaran.

Dalam hal ini pihak Reverse Bank of New Zealand menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai siapa yang berada di balik serangan tersebut dan bagaimana hal ini ditemukan, seraya mengatakan bahwa informasi ini dapat mempengaruhi proses penyelidikan serta upaya untuk menahan pelanggaran tersebut.

Pelanggaran ini terjadi hanya beberapa bulan setelah operator bursa Selandia Baru menjadi sasaran dalam serangkaian serangan penolakan layanan terdistribusi yang membanjiri situs webnya.

Profesor Ilmu Komputer di Universitas Teknologi Auckland, Dave Perry menilai bahwa serangan terhadap bank sentral Selandia Baru ini memiliki sistem yang lebih canggih daripada serangan yang melanda bursa, dan kemungkinan keterlibatan aktor yang mendapat dukungan dari suatu negara nampaknya tidak dapat dikesampingkan begitu saja.

Saat ini pihak RBNZ tengah bekerja dengan pakar keamanan cyber domestik dan internasional untuk menyelidiki insiden ini, menyusul telah terjadi peningkatan serangan dunia maya selama setahun terakhir, yang menurut Tim Tanggap Darurat Komputer dari pemerintah Selandia Baru serangan serupa mencapai rekor tertingginya di tahun lalu.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Artikel Forex Lainnya

Gulir ke Atas