Sentimen Bisnis Jerman Tetap Stabil Di Bulan Oktober

Sentimen Bisnis Jerman Tetap Stabil Di Bulan Oktober

Sentimen sektor bisnis Jerman dilaporkan tetap stabil di bulan Oktober dan diperkirakan negara ekonomi terbesar Eropa tersebut akan berkembang sedikit di kuartal keempat setelah sebelumnya mengalami kontraksi di awal tahun ini.

Hal ini tercantum dalam hasil survey yang dilakukan oleh lembaga Ifo, di angka 94.6, diatas perkiraan konsensus 94.6 dari para analis. Sebelumnya negara sumber kekuatan ekonomi Eropa tersebut, mengalami kontraksi pada kuartal kedua dan banyak ekonom yang memperkirakan akan mengalami penyusutan di kuartal ketiga, sehingga menempatkan ekonomi negara tersebut ke dalam resesi.

Namun ekonom dari Ifo, Klaus Wohlrabe mengatakan kepada pihak Reuters bahwa untuk periode kuartal keempat ini, pihaknya mengharapkan adanya sedikit ekspansi ekonomi di Jerman.

Indeks Ifo pada kondisi saat ini turun ke 97.8 dari 98.6 di September. Tetapi indeks ekspektasinya naik menjadi 91.5 dari 90.9 di bulan sebelumnya.

Negara ekonomi terbesar Eropa yang sangat bergantung pada ekspor tersebut, telah menderita akibat laju pertumbuhan global yang lebih lambat dan ketidakpastian sektor bisnis yang disebabkan oleh kebijakan perdagangan dari Presiden AS Donald Trump serta rencana Inggris yang akan keluar dari Uni Eropa, namun belakangan justru mengalami penundaan.

Lebih lanjut Wohlrabe mengatakan bahwa ketidakpastian yang berasal dari Brexit tetap tinggi, namun tren penurunan di sektor industri telah terhenti untuk saat ini.

Produsen pakaian olahraga asal Jerman, Puma mengatakan bahwa pihaknya akan menerima pukulan dari kebijakan tarif AS di Cina pada kuartal keempat, namun masih meningkatkan perkiraan penjualannya.

Guna mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi Jerman, pemerintah koalisi dari kanselir Jerman Angela Merkel, telah menolak permintaan paket stimulus. Terkait hal tersebut Merkel mengatakan di depan peserta Forum Bisnis Jerman bahwa dirinya menentang terjadinya guncangan di ekonomi Jerman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini