Sektor Ritel Inggris Naik Lebih Kecil Dari Perkiraan

Sektor Ritel Inggris Naik Lebih Kecil Dari Perkiraan
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Para pengusaha ritel di Inggris masih berjuang untuk bangkit selama periode bulan Desember disaat pemberlakuan kebijakan lockdown parsial dari bulan sebelumnya, yang mana ini menandai kinerja terburuk di akhir tahun, di tengah kenaikan hutang publik ke level tertingginya sejak 1962 silam.

Kantor Statistik Nasional Inggris mengatakan volume penjualan ritel naik 0.3% pada Desember, jauh lebih kecil dari perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1.2%, jauh tertinggal dari pencapaian 2.9% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Hasil data tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Inggris memiliki sedikit momentum saat memasuki tahun 2021 ini, dengan kebijakan pengetatan aturan lockdown Covid-19, guna mengatasi lonjakan kasus-kasus infeksi virus yang membuat jumlah kematian di Inggris menjadi yang tertinggi di Eropa.

Secara keseluruhan untuk tahun 2020 lalu, laju penjualan ritel mencatat penurunan 1.9% yang merupakan penurunan tahunan terbesar sejak mulai dilakukan pencatatan pada tahun 1996, seiring jatuhnya penjualan produk pakaian lebih dari seperempat serta pengeluaran untuk bahan bakr yang turun lebih dari seperlima.

Kepala eksekutif dari British Retail Consortium Helen Dickinson mengatakan bahwa dengan tidak adanya akhir yang terlihat bagi pihak pengecer yang ditutup akibat kebijakan lockdown, maka akan semakin banyak yang berjuang untuk bertahan hidup, sehingga beliau menyerukan adanya lebih banyak bantuan pemerintah untuk sektor tersebut.

Sementara itu tingkat pinjaman sektor publik untuk bulan Desember mencapai 34.1 milliar Poundsterling, tepat di atas perkiraan jajak pendapat Reuters, sehingga total utang sektor publik telah mencapai 2132 trilliun Poundsterling atau setara dengan 99.4% PDB, menjadi yang terbesar sejak 1962.

Terkait akan hal tersebut Kepala Ekonom Bank of England Andy Haldane mengatakan bahwa pinjaman pemerintah di skala ini sangat penting artinya untuk menstabilkan ekonomi, dan dirinya tidak melihat adanya potensi krisis hutang yang membayangi serta memprediksi bahwa suku bunga akan tetap berada dalam kondisi yang sangat rendah untuk waktu yang lama.

Data eksperimental dari ONS pada hari Kamis kemarin menunjukkan belanja konsumen pada awal Januari 35% lebih rendah daripada sebelum pandemi dimulai pada Februari, meskipun angka tersebut tidak disesuaikan secara musiman untuk mencerminkan ketenangan pasca libur Natal.

Namun demikian penjualan ritel dinilai mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan area pengeluaran konsumen lainnya, menyusul para pembeli yang beralih ke toko online, sehingga pengeluaran mengalami lonjakan sebesar 46.1% di tahun 2020 lalu.

Selama tahun lalu penjualan ritel mengalami pertumbuhan meskipun berad di level terendahnya sejak 2011, di luar penurunan laju penjualan bahan bakar, sehingga mencerminkan pengeluaran tambahan untuk bahan makanan dan barang-barang rumah tangga yang mengalami peningkatan pembelian dari warga yang berdiam di rumah.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Artikel Forex Lainnya

Gulir ke Atas