Sektor Manufaktur China Tumbuh Lebih Cepat Dari Perkiraan

Sektor Manufaktur Cina Tumbuh Lebih Cepat Dari Perkiraan
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Biro Statistik Nasional China merilis data yang menunjukkan aktifitas pabrik di negara tersebut tumbuh dengan laju yang lebih luat pada bulan Juni, seiring ekonomi yang mengalami pemulihan setelah pemerintah mencabut kebijakan lockdown yang ketat serta meningkatkan investasinya, namun disebutkan bahwa pesanan ekspor tetap lemah akibat dari pandemi virus yang menhancurkan laju permintaan.

Pemerintah merilis data manufaktur PMI bulan Juni di angka 50.9, dari 50.6 pada Mei sebelumnya dan masih lebih tinggi dari perkiraan di 50.4 dalam jajak pendapat Reuters.

Kenaikan ini didukung oleh laju percepatan ekspansi dalam produksi yang tumbuh menjadi 53.9 di bulan Juni dari 53.2 di bulan sebelumnya, sedangkan pesanan baru juga mencatat kenaikan menjadi 51.4 dari 50.9 di bulan Mei, yang menunjukkan permintaan domestik yang meningkat karena industri logam non-ferro, peralatan umum dan mesin listrik menunjukkan peningkatan.

Namun untuk pesanan ekspor justru mengalami kontraksi meskipun tercatat di laju yang lebih lambat, dengan sub-indeks di angka 42.6 dari 35.3 pada bulan Mei, jauh dibawah ambang batas 50 yang memisahkan antara ekspansi dengan kontraksi.

Salah seorang pejabat NBS Zhao Qinghe dalam sebuah pernyataannya seusai merilis data tersebut mengatakan bahwa meskipun indeks PMI mencatat kenaikan di bulan ini dan sektor manufaktur mengalami pemulihan dengan mantap, maka penting artinya untuk melihat bahwa masih tersisa ketidakpastian di sejumlah sektor ekonomi.

Data ekonomi China yang dilacak oleh Nomura menunjukkan aktifitas indikator yang lebih baik dari perkiraan akhir-akhir ini, termasuk produksi listrik, penjualan properti dan mobil, telah mendorong pihak broker untuk meningkatkan perkiraan pertumbuhan Produk Domestik Bruto untuk kuartal kedua menjadi 2.6% dari 1.2%.

Laju permintaan ekspor tetap lemah seiring meningkatnya infeksi di seluruh dunia, sementara sejumlah kalangan mengkhawatirkan bahwa resesi di seluruh dunia akan menjadi lebih jelas dibandingkan perkiraan terkait gelombang kedua pandemi virus yang memaksa banyak negara kembali memberlakukan kebijakan lockdown yang ketat.

Meskipun permintaan domestik lebih kuat akan tetapi pabrik justru mengurangi jumlah karyawan mereka untuk kedua kalinya di bulan Juni sejak dibukanya kebijakan lockdown, seiring sub-indeks turun menjadi 49.1 dari 49.4 pada bulan sebelumnya.

Sedangkan sebuah survei resmi terpisah di sektor jasa China menunjukkan perluasan aktifitas sektor jasa di laju yang lebih cepat pada bulan Juni, menyusul NBS merilis non-manufaktur PMI yang naik menjadi 54.4 dari 53.6 di bulan Mei sebelumnya, yang sekaligus menunjukkan tingkat kepercayaan bisnis yang stabil.

Akan tetapi sub-indeks untuk aktifitas konstruksi, sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan, justru mencatat penurunan menjadi 59.8 dari 60.8 di bulan sebelumnya, sehingga menggarisbawahi laju pemulihan yang tidak merata.(

Gulir ke Atas