• 23 Februari 2020

Sektor Korporasi Jepang Semakin Pesimis Terhadap Ekonomi

Sebuah survei yang dilakukan oleh Kyodo News menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan besar di Jepang semakin merasa pesimis terhadap ekonomi Jepang terkait kekhawatiran terhadap ketegangan perdagangan AS-Cina yang berkepanjangan serta kenaikan pajak konsumsi di tahun lalu.

Dari 113 perusahaan yang disurvei, termasuk Toyota Motor Corp, NTT Docomo Inc dan Sony Corp, sebanyak 19% mengatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Jepang berkembang secara bertahap, lebih rendah dari 23% hasil survei sebelumnya saat musim panas lalu, sementara itu tidak satupun perusahaan yang disurvey mengatakan bahwa ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut akan mengalami pertumbuhan yang kuat.

Sementara sekitar 61% mengatakan perekonomian akan berjalan datang dan 19% sisanya memperkirakan terjadinya resesi secara bertahap. Dari keseluruhan responden, 26% memilih perlambatan perdagangan akibat penyebaran proteksionisme sebagai penyebab yang mendasar dasn 14% memilih laju perlambatan ekonomi Cina sebagai penyebab terjadinya perlambatan.

China dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan “fase satu” bulan lalu setelah sengketa tarif tit-for-tat dimainkan lebih dari setahun. Tetapi banyak analis tetap berhati-hati tentang apakah hubungan antara dua ekonomi teratas dunia akan membaik.

Sekitar 32% memilih pengurangan konsumsi yang disebabkan karena kenaikan pajak dari 8% menjadi 10% pada bulan Oktober lalu, sebagai alasan bagi mereka yang melihat ekonomi cenderung melaju dalam kecenderungan datar atau surut secara bertahap.

Di tahun 2020 ini sebanyak 43% perusahaan mengatakan bahwa mereka memperkirakan ekonomi akan berkembang, dibantu oleh diselenggarakannya Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo pada musim panas nanti.

Meskipun berdampak pada ekonomi, 63% dari perusahaan yang disurvei mengatakan kenaikan pajak konsumsi adalah “keputusan yang tepat” oleh pemerintah untuk rehabilitasi fiskal, dibandingkan dengan 2% yang menentang kenaikan tersebut.

Pada akhir bulan Desember lalu Perdana Menteri Shinzo Abe dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sepakat dalam pertemuan puncak pertama dari keuda negara dalam 15 bulan untuk melanjutkan dialog untuk menjembatani kesenjangan yang ada, yang menandakan bahwa hubungan antara kedua negara yang sempat tegang kemungkinan mulai mencair.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 40% perusahaan sedang meninjau rencana kesinambungan bisnis mereka setelah serangkaian bencana alam yang menghancurkan di Jepang.(