Sektor Jasa China Mencatat Pertumbuhan Lebih Cepat

Sektor Jasa Cina Mencatat Pertumbuhan Lebih Cepat
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Di saat wabah Covid-19 yang masih menimbulkan ancaman terjadinya hambatan bagi laju pemulihan ekonomi China, sektor jasa di negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut mampu mencatat pertumbuhan yang lebih cepat di bulan Juli lalu.

Indeks Services PMI versi Caixin dirilis di angka 54.9 pada bulan Juli, lebih tinggi dari pencapaian 50.3 di bulan sebelumnya dan mampu berada di level tertingginya sejak bulan Mei lalu.

Pembacaan yang lebih baik dari survei swasta, yang lebih fokus pada perusahaan kecil di wilayah pesisir, kontras dengan survei resmi yang dirilis minggu sebelumnya, dimana Non Manufacturing PMI berada di angka 53.3 dan Manufacturing PMI ada di 50.4, yang keduanya lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Sektor jasa mampu mengikuti sektor manufaktur dalam laju pemulihannya dari dampak pandemi Covid-19, namun secara perlahan justru menutup kesenjangan yang ditimbulkan dari meningkatnya konsumsi, akan tetapi gelombang wabah baru di China, yang telah menyebar ke hampir setengah dari 32 provinsi hanya dalam waktu dua pekan, telah menimbulkan ancaman yang akan berdampak besar bagi laju pemulihan di negara tersebut.

Hasil survei di bulan Juli lalu sebagian didukung oleh keberhasilan menahan laju kasus infeksi virus corona di China Selatan, meskipun dampak dari putaran terakhir dari wabah sejak akhir Juli lalu kemungkinan besar akan merusak pembacaan PMI di bulan berikutnya.

Hal ini disampaikan oleh ekonom senior di Caixin Insight Group, Wang Zhe yang juga mengatakan bahwa ekonomi masih menghadapi tekanan ke bawah yang sangat besar, dan pihaknya perlu memastikan bahwa para pemilik bisnis masih tetap percaya diri.

Gelombang pandemi terbaru di China yang dimulai di kota Nanjing telah mengkonfirmasi kasus pertamanya yang melibatkan varian virus Delta, dan sejak saat itu banyak kota di China Selatan dan beberapa kota di China Utara termasuk Beijing yang mencatat kasus infeksi varian tersebut.

Sampai dengan saat ini salah satu sektor yang sudah merasakan dampaknya adalah sektor pariwisata, menyusul penerapan kembali langkah-langkah pembatasan untuk mengekang penyebaran wabah yang akan mengurangi permintaan terhadap perjalanan musim panas.

Dalam survei juga disebutkan bahwa pesanan ekspor mengalami penurunan kembali, akibat dari negara-negara lain yang berjuang dengan wabah Covid-19, namun kepercayaan bisnis justru meningkat, meskipun sedikit lebih rendah dari rata-rata jangka panjangnya.

Sedangkan di sektor pekerjaan bidang jasa kembali mencatat sedikit pertumbuhan di bulan Juli, menyusul perusahaan jasa yang bertujuan untuk mengendalikan biaya.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas