Scholz : Jerman Tidak Khawatir Terhadap Ancaman Tarif AS

Scholz : Jerman Tidak Khawatir Terhadap Ancaman Tarif AS
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Pada kesempatan wawancara pasca berpidato di World Economic Forum yang diadakan di Davos Swiss, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa dirinya tidak pesimis terhadap ancaman tarif terhadap industri mobil Eropa, karena dirinya percaya bahwa kesepakatan mengenai perdagangan bebas dan pajak digital sangat mungkin terjadi.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa setelah menyerukan kesepakatan perdagangan baru dengan pihak Uni Eropa, Presiden AS Donald Trump akan menaikkan tarif untuk produk mobil jika negara-negara Eropa menerapkan pajak digital terhadap perusahaan teknologi AS berskala besar.

Komentar Trump sejalan dengan peringatan serupa dari Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, yang mengatakan pada panel CNBC di Davos, bahwa kebijakan tarif dapat diterapkan jika negara anggota UE tidak mundur dari rencana pajak digital mereka.

Lebih lanjut Scholz mengatakan bahwa dirinya percaya bahwa perjanjian perdagangan bebas dengan pihak AS akan terlaksana dan dirinya tidak merasa khawatir dengan ancaman kebijakan tarif.

Scholz juga menambahkan bahwa kebijakan pajak digital, yang akan berdampak pada perusahaan seperti Amazon, Google dan Facebook, harus melalui persetujuan secara global dan dirinya mengharapkan proposal internasional yang akan datang dari lembaga OECD pada tahun ini.

OECD saat ini sedang mengerjakan sebuah rencana untuk memperkenalkan solusi multilateral yang akan ikut berperan, menggantikan setiap pajak individu oleh berbagai negara.

Saat ditanya mengenai ekonomi Jerman, Scholz mengatakan bahwa Jerman saat ini mengalami surplus terbesar di tahun 2019 lalu, hingga mencapai 13.5 milliar Euro ($15 milliar), yang didukung oleh kenaikan pajak dan suku bunga rendah.

Kantor statistik federal Jerman, Destatis merilis data pertumbuhan ekonomi Jerman sebesar 0.6% di tahun 2019 lalu, yang mana ini menimbulkan kritik terhadap Bundestag karena telah menolak untuk merangsang laju permintaan di negaranya sendiri.

Namun sebaliknya negara ekonomi terbesar Eropa tersebut bergantung pada negara lain untuk mengimpor barang bernilai tinggi dari sektor pembangkit tenaga listrik Jerman.

Tekanan domestik telah tumbuh terhadap pemerintah Kanselir Angela Merkel untuk mulai membelanjakan uang tunai pada infrastruktur yang berjalan lamban serta untuk mempertahankan anggaran yang berimbang.

Dalam hal ini Scholz menilai bahwa dengan kebijakan keuangan ekspansif yang mereka miliki dalam beberapa tahun terakhir, sembari mengklaim bahwa investasi publik di Jerman juga mencapai rekor tertinggi.

Scholz berpendapat pemerintahnya telah mengambil keputusan untuk mendukung industri Jerman dengan membelanjakan lebih banyak dana untuk mereformasi sektor energi dan otomotif.

Ini sejalan dengan seruan dari Uni Eropa dan IMF kepada Jerman untuk membelanjakan lebih banyak uang untuk membantu merangsang laju pertumbuhan ekonomi Eropa secara keseluruhan.(

Gulir ke Atas