Risk Appetite, Dolar AS Makin Melemah

Risk Appetite, Dolar AS Makin Melemah
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Jakarta – Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sejumlah mata uang pada hari Rabu karena selera para investor untuk risiko semakin meningkat pada pendapatan perusahaan yang kuat dan harapan lebih banyak langkah-langkah stimulus untuk ekonomi global yang dilanda pandemi.

Para investor juga terus mengamati negosiasi antara Gedung Putih dan anggota Kongres dari Demokrat yang berusaha mencapai kesepakatan pada paket bantuan pandemi. Para pejabat tersebut menetapkan batas waktu pada hari Rabu setelah lebih dari seminggu berdiskusi, dengan beberapa mengatakan Jumat sebagai tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan atau membatalkan pembicaraan.

Dolar AS sebagai mata uang safe-haven m biasanya melemah ketika para investor merasa lebih nyaman untuk memegang aset berisiko. Pada hari Rabu, Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,33% ke 92,84, tetapi sebelumnya mendekati level terendah lebih dari dua tahun di 92,593 yang disentuh pada minggu lalu.

Dolar AS memperpanjang kerugiannya pada hari Rabu setelah Laporan Ketenagakerjaan Nasional dari ADP Inc., yang menunjukkan pertumbuhan gaji swasta AS melambat tajam pada bulan Juli, menunjukkan hilangnya momentum di pasar tenaga kerja.

Investor AS dan Eropa berburu saham pada hari Rabu karena perusahaan-perusahaan di kedua wilayah tersebut membukukan laporan laba positif. Saham-saham AS juga menjadi lebih menarik bagi para investor luar negeri karena dolar AS tertekan dalam beberapa pekan terakhir oleh kekhawatiran tentang penurunan ekonomi Paman Sam selama pandemi COVID-19.

Sementara itu aktivitas bisnis zona euro kembali ke pertumbuhan moderat pada bulan Juli karena banyak pembatasan yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona dicabut, sementara perkiraan resmi menunjukkan volume penjualan ritel rebound pada Juni.

Harga emas tersebut menanjak lebih jauh melewati $2.000 per troy ounce pada hari Rabu sebagai respons atas pelemahan dolar AS dan ekspektasi yang lebih besar tentang langkah-langkah stimulus untuk ekonomi global yang dilanda pandemi, sementara saham-saham di Eropa dan di Wall Street menguat karena pendapatan perusahaan yang menghijau. Harga emas naik hampir 35% sejak awal tahun dan merupakan salah satu aset dengan kinerja terbaik tahun ini. Pada hari Rabu, harga emas berakhir di $2.037,35 setelah naik ke $2.055,50 troy ons.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Komposit akhir dari IHS Markit naik menjadi 54,9 dari 48,5 Juni, lebih baik dari perkiraan kilat 54,8, menunjukkan peningkatan signifikan yang konsisten dengan pelonggaran penguncian yang berkelanjutan.

Gulir ke Atas