• 12 Desember 2019

Catatan RBA : Menunggu Sedikit Waktu Sebelum Memanggkas Suku Bunga Lebih Lanjut

Risalah RBA : Menunggu Sedikit Waktu Sebelum Memanggkas Suku Bunga Lebih Lanjut

Reserve Bank of Australia mengatakan akan menunggu sedikit sebelum memutuskan untuk memangkas interest rate lebih lanjut untuk mendukung ekonomi menavigasi eskalasi dalam perdagangan AS-China dan beberapa hambatan dalam negeri.

Dalam catatan pertemuan kebijakan 6 Agustus, yang dirilis pada hari Selasa, dewan RBA mengatakan akan menunggu lebih banyak bukti sebelum memutuskan apakah pemangkasan interest rate lain “diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pencapaian target inflasi dari waktu ke waktu.”

RBA mempertahankan interest rate acuannya tidak berubah pada 1.00% pada pertemuan bulan ini, setelah masing-masing menurunkan 25 basis poin pada bulan Juni dan Juli. Para pembuat kebijakan sebelumnya telah memperingatkan bahwa kenaikan upah yang lamban merupakan risiko besar bagi pertumbuhan karena inflasi tetap di bawah target bank, pengangguran tetap lengket dan Trade War AS-China terus berlanjut.

Sedangkan posisi pengangguran Australia tidak berubah pada penyesuaian musiman di tingkat 5.2% pada bulan Juli karena lebih banyak orang mencari pekerjaan. Prospek pertumbuhan PDB kuartal kedua, yang dijadwalkan bulan depan, diharapkan menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada jalur tahunan paling lambat dalam satu dekade dengan belanja konsumen yang lemah menjadi penggerak utama aktivitas.

Namun, Gubernur RBA Philip Lowe menunjukkan nada optimis ketika muncul di hadapan parlemen bulan ini, mengatakan ekonomi telah mencapai “titik balik yang lembut” setelah pemotongan interest rate baru-baru ini.

Banyak pakar ekonomi berharap RBA perlu memangkas interest rate lebih lanjut untuk menghilangkan kapasitas cadangan di pasar tenaga kerja dan memicu pertumbuhan upah, mungkin secepatnya bulan depan. RBA telah menandakan bahwa pemangkasan interest rate lebih mungkin dilakukan jika pemulihan goyah, tetapi tidak mungkin untuk menggunakan kebijakan keuangan yang tidak lazim.