• 21 Januari 2020

Reuter’s Poll : Pertumbuhan Selandia Baru Akan Stabil Didukung Pasar Perumahan

Dalam sebuah survei terhadap para ekonom yang dilakukan oleh kantor berita Reuters, laju pertumbuhan ekonomi Selandia Baru diperkirakan akan bertahan di kuartal ketiga, didukung oleh pasar perumahan yang kembali pulih serta kenaikan harga produk susu.

Sebanyak delapan ekonom yang disurvei memperkirakan ekonomi negara tersebut telah berkembang sedikit lebih cepat dari rata-rata selama periode kuartal ketiga di 0.6% dari 0.5% pada kuartal sebelumnya. Setidaknya hasil ini akan memberikan gambaran kenaikan laju pertumbuhan tahunan menjadi 2.4% dari 2.1% di periode triwulan yang berakhir di Juni lalu.

Meningkatnya risiko global terhada perekonomian Selandia Baru, serta menurunnya sentimen bisnis dan konsumen, telah mendorong Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) untuk memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin di bulan Agustus lalu.

Selain itu pemerintah negara tersebut juga telah mengumumkan adanya peningkatan secara signifikan dalam laju belanja modal guna meningkatkan perekonomian dengan rencana investasi senilai lebih dari NZ$12 milliar ($7.7 milliar) di proyek infrastruktur.

Namun demikian data ekonomi yang dirilis baru-baru ini menunjukkan laju penjualan ritel dan manufaktur yang kuat di periode kuartal ketiga, seiring kenaikan di pasar perumahan dan harga produk susu yang menjadi komoditas utama dari negara tersebut, sehingga mampu meredakan kekhawatiran terhadap perlambatan laju pertumbuhan.

Nick Tuffley selaku kepala ekonom di ASB Bank, yang memiliki perkiraan pertumbuhan 0.7%, mengatakan bahwa meskipun tersisa kekhawatiran sebelumnya terhadap laju pertumbuhan kuartal ketiga, pihaknya justru memperkirakan laju pertumbuhan triwulanan yang cukup kuat, sehingga mampu menjauhkan perekonomian dari jurang resesi.

Dalam sebuah catatan penelitiannya, Tuffley juga menambahkan bahwa hasil produk domestik bruto yang lebih kuat kemungkinan akan datang sebagai bantuan untuk RBNZ serta menghasilkan penilaian risiko terhadap suku bunga bank sentral menjadi lebih seimbang.

Pada bulan November lalu RBNZ secara mengejutkan tetap mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, namun memberikan ruang bagi kebijakan pemangkasan suku bunga lebih lanjut, yang menurut sejumlah ekonom akan dijalankan di tahun depan.

Badan statistik Selandia Baru akan merilis data produk domestik bruto pada pekan ini. Selain itu mereka juga akan merilis data neraca berjalan di periode kuartal ketiga, dengan perkiraan defisit neraca berjalan tetap di kisaran 3.4% dari PDB yang disuarakan oleh para ekonom.(