Reuter’s Poll : Pertumbuhan Ekonomi China Q4 Tumbuh Lebih Cepat

Reuter’s Poll : Pertumbuhan Ekonomi Cina Q4 Tumbuh Lebih Cepat
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Sebanyak 46 ekonom yang disurvei oleh Reuters menilai bahwa laju pemulihan ekonomi China kemungkinan akan dipercepat di kuartal keempat, didukung oleh laju permintaan yang lebih kuat di dalam dan di luar negeri serta kebijakan stimulus yang diperkirakan akan memberikan dorongan yang kuat di tahun ini.

Hasil jajak pendapat tersebut mengemukakan bahwa negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut akan mengalami pertumbuhan ekonomi 6.1% di periode Oktober-Desember tahun lalu dari periode yang sama di tahun sebelumnya, setelah mengalami ekspansi sebesar 4.9% di kuartal ketiga.

Laju pertumbuhan ekonomi China telah mengalami pemulihan secara mantap dari penurunan tajam sebesar 6.8% di tiga bulan pertama tahun 2020 lalu, saat wabah Covid-19 merebak di pusat kota Wuhan untuk pertama kalinya di akhir tahun 2019 dan berubah menjadi epidemi secara global.

Dalam sebuah catatan dari Alicia Garcia Herrero yang menjabat sebagai kepala ekonom untuk Asia Pasifik di Natixis, mengatakan bahwa kinerja yang baik di kuartal terakhir tahun lalu, menandakan prospek yang lebih baik bagi ekonomi China untuk tahun ini.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa rebound dalam kasus virus corona di China serta kebijakan lockdown baru di sejumlah wilayah, berpotensi mempengaruhi konsumsi menuju liburan Tahun Baru Imlek di bulan Februari mendatang.

Untuk basis triwulanan disebutkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan naik menjadi 3.2% di bulan Oktober-Desember dari 2.7% di triwulan sebelumnya.

Sementara itu untuk data output sektor industri kemungkinan akan tumbuh 6.9% di bulan Desember lalu dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mana angka tersebut lebih rendah dari kenaikan 7.0% di bulan November, selain itu penjualan ritel kemungkinan bisa mencatat kenaikan 5.5% di bulan yang sama, lebih cepat dari pertumbuhan 5.0% di bulan November.

Disebutkan pula bahwa untuk investasi aset tetap diperkirakan akan naik 3.2% di tahun 2020, dibandingkan pertumbuhan 2.6% dalam 11 bulan pertama tahun lalu, serta pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan meningkat menjadi 8.4% di tahun 2021 ini, dari pertumbuhan 2.1% di tahun lalu, sebelum pada akhirnya akan mengalami perlambatan menjadi 5.5% di tahun 2022, menyusul bank sentral China yang kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil.

Sedangkan perkiraan pertumbuhan untuk 2021 akan menjadi pembacaan terkuat dalam satu dekade, dipimpin oleh lompatan besar di kuartal pertama, yang mana hal itu dianggap kurang mengesankan karena berasal dari basis terendah di tahun lalu.

Pada bulan lalu saat pertemuan pengaturan agenda utama, para pemimpin China berjanji untuk mempertahankan dukungan kebijakan yang diperlukan untuk ekonomi selama tahun ini, guna menghindari perubahan kebijakan secara mendadak.

Kantor Berita Xinhua melaporkan bahwa Gubernur People’s Bank of China Yi Gang di pekan lalu mengutarakan bahwa dirinya akan memprioritaskan kebijakan moneter yang stabil di tahun 2021 ini, dan setiap langkah untuk keluar dari langkah-langkah stimulus akan berdampak kecil pada perekonomian.

Sejak awal tahun 2020 lalu PBOC telah meluncurkan serangkaian tindakan untuk mendukung ekonomi yang terkena dampak pandemi, di samping dukungan yang ditargetkan bagi perusahaan kecil serta peningkatan pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Artikel Forex Lainnya

Gulir ke Atas