• 15 Desember 2019

Reuter’s Poll : Pengeluaran Rumah Tangga Jepang Kemungkinan Turun

Reuter’s Poll : Pengeluaran Rumah Tangga Jepang Kemungkinan Turun

Sejumlah ekonom memberikan tanggapannya dalam sebuah jajak pendapat yang diadakan oleh Reuters, dan memperkirakan bahwa pengeluaran sektor rumah tangga di Jepang akan mengalami penurunan di laju tercepatnya dalam periode satu setengah tahun terakhir di bulan Oktober lalu, akibat dari dampak kenaikan pajak penjualan.

Hasil jajak pendapat terhadap 15 ekonom menyebutkan bahwa laju pengeluaran sektor rumah tangga kemungkinan turun 3.0% di bulan Oktober dari periode yang sama setahun sebelumnya, yang mana angka tersebut merupakan laju penurunan paling cepat sejak Mei 2018 saat mencatat penurunan 3.8%.

Seperti kita ketahui bahwa Jepang menaikkan pajak penjualan menjadi 10% dari 8% pada 1 Oktober, sebuah langkah yang dipandang penting untuk memperbaiki keuangan negara yang berada dalam kondisi yang buruk.

Jika dibandingkan bulan sebelumnya, pengeluaran sektor rumah tangga Jepang mencatat penurunan 9.8% pada Oktober lalu, yang merupakan laju penurunan tercepat sejak April 2014, saat pemerintahan Shinzo Abe belum menaikkan pajak penjualan.

Koya Miyamae yang menjabat sebagai ekonom senior di SMBC Nikko Securities, mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan bahwa pengeluaran untuk barang tahan lama dan produk mewah tercatat turun setelah diterapkannya kenaikan pajak penjualan, serta dampak dari bencana angin topan besar yang terjadi di pertengahan bulan lalu, yang berpotensi merusak laju pengeluaran untuk sektor jasa.

Data pengeluaran rumah tangga akan resmi dirilis oleh pemerintah Jepang pada 6 Desember mendatang.

Data ekonomi di pekan lalu menunjukkan bahwa penjualan ritel turun di laju tercepatnya dalam lebih dari empat setengah tahun terakhir pada bulan lalu. Hasil tersebut semakin mengukuhkan lemahnya laju permintaan domestik, yang selama ini telah memberikan kontribusi guna menopang perekonomian Jepang saat menghadapi penurunan laju ekspor yang berkepanjangan.

Menilik pada serangkaian data yang suram di pekan ini, maka para investor menilai bahwa kesemuanya berpotensi menekan pemerintah untuk segera menyusuk paket stimulus dalam jumlah yang lebih besar untuk membantu perekonomian di Jepang.(