Reuter’s Poll : Pengeluaran Rumah Tangga Jepang Bulan September Naik

Reuter’s Poll : Pengeluaran Rumah Tangga Jepang Bulan September Naik

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters pada hari ini menyebutkan bahwa laju pengeluaran sektor rumah tangga di Jepang untuk bulan September lalu, kemungkinan akan naik di laju tercepatnya dalam hampir 20 tahun terakhir.

Kemungkinan kenaikan ini akibat dukungan dari para konsumen yang bergegas melakukan pembelian barang kebutuhan menjelang diberlakukannya kenaikan pajak penjualan di bulan Oktober.

Dalam jajak pendapat tersebut, sebanyak 14 ekonom menunjukkan bahwa laju pengeluaran rumah tangga Jepang akan naik 7.8% pada September lalu dari periode yang sama setahun sebelumnya.

Pada bulan Maret 2014 silam, laju pengeluaran mengalami lonjakan 7.2%, hanya berselang sebulan sebelum dilakukannya kebijakan kenaikan pajak penjualan terdahulu sebelumnya, namun kemudian justru mencatat penurunan tajam dan tidak mampu menunjukkan laju pertumbuhan selama lebih dari setahun sesudahnya.

Takeshi Minami yang menjabat sebagai kepala ekonom di Norinchukin Research Institute, mengatakan bahwa data penjualan ritel telah menunjukkan adanya laju permintaan yang terburu-buru untuk sejumlah produk barang mewah, peralatan listrik, kosmetik dan minuman beralkohol.

Namun fokus pasar akan tertuju di saat terjadi penurunan berikutnya dalam laju pengeluaran rumah tangga yang akan berkurang setelah adanya kenaikan pajak penjualan.

Pemerintahan Shinzo Abe telah meluncurkan kenaikan pajak penjualan hingga dua kali lipat dari 8% menjadi 10% yang diberlakukan pada 1 Oktober lalu, yang mana ini merupakan langkah yang dinilai penting untuk memperbaiki sektor keuangan negara yang dinilai berantakan, namun di satu sisi hal tersebut berpotensi mendorong laju perekonomian ke dalam resesi akibat sentimen konsumen yang diredam oleh kebijakan tersebut.

Pada bulan September lalu, laju penjualan ritel tumbuh di laju terkuatnya dalam lima setengah tahun terakhir di tengah kondisi para konsumen yang memborong barang mewah untuk menghindari kenaikan pajak penjualan.

Sebelumnya Bank of Japan telah mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah seperti yang diharapkan oleh pasar, namun tetap memberikan sinyal terkuat bahwa kemungkinan besar mereka akan menurunkan kembali suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

Keputusan ini setidaknya menggarisbawahi kekhawatiran bahwa risiko eksternal dapat menggagalkan upaya pemulihan ekonomi Jepang yang rapuh.(

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here