Reuter’s Poll : Output Pabrik Jepang Naik

Reuter’s Poll : Output Pabrik Jepang Naik
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Para ekonom memperkirakan bahwa output pabrik Jepang di bulan Oktober kemungkinan akan mencatat kenaikan untuk pertama kalinya sejak bulan Juni lalu, sementara itu penjualan ritel kemungkinan akan mencatat pertumbuhan untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir seiring pelonggaran pembatasan.

Pencapaian angka yang lebih kuat menunjukkan laju pemulihan mendapatkan lebih banyak daya tarik, sehingga menjadi pertanda yang baik bagi para pembuat kebijakan yang mengharapkan terjadinya lonjakan pengeluaran rumah tangga, serta aktifitas sektor bisnis yang solid akan membawa ekonomi Jepang kembali ke level pra-pandemi di awal tahun 2022 mendatang, namun pemulihan Jepang dari krisis Covid dinilai belum seberapa dibandingkan dengan negara ekonomi utama lainnya.

Negara ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut telah mengalami kontraksi yang lebih cepat dari yang diperkirakan selama rentang waktu antara Juli-September, namun diperkirakan akan mampu pulih di kuartal terakhir tahun ini, seiring pemerintah Jepang pada pekan lalu mengumumkan rekor stimulus ekonomi senilai $ 490 milliar guna menopang laju pemulihan.

Dalam jajak pendapat Reuters terhadap 18 orang ekonom memperkirakan bahwa output industri akan meningkat 1.8% di tingkat bulanan pada Oktober lalu, berhasil rebound dari penurunan sebesar 5.4% di bulan sebelumnya.

Dilaporkan bahwa produsen mobil dan barang ekspor utama di Jepang, seperti Toyota Motor dan Nissan Motor telah memangkas rencana produksi mereka akibat adanya gangguan rantai pasokan di fasilitas pabrik mereka di kawasan Asia yang mengalami pandemi virus corona, namun Shumpei Fujita selaku ekonom di Mitsubishi UFJ Resarch and Consulting menilai bahwa permasalahan kekurangan komponen mobil akan berkurang secara bertahap.

Lebih lanjut Fujita juga menyampaikan bahwa dengan pengurangan produksi mobil yang tampaknya telah melewati periode terburuknya, maka produksi secara keseluruhan telah berada di jalur pemulihan.

Selain itu jajak pendapat tersebut juga menyebutkan bahwa sebuah data terpisah akan menunjukkan laju penjualan ritel yang akan mencatat pertumbuhan 1.1% di bulan Oktober dari bulan yang sama di tahun lalu, menyusul penurunan sebesar 0.6% pada bulan September sebelumnya.

Para analis mengatakan bahwa penjualan ritel telah mengalami peningkatan dari pembatasan virus corona yang telah dicabut pada bulan Oktober lalu, namun sektor-sektor yang mengalami hantaman keras dari pandemi seperti layanan tatap muka masih akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk pulih secara penuh.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas