Reuter’s Poll : Output Pabrik Jepang Kemungkinan Rebound

Reuter’s Poll : Output Pabrik Jepang Kemungkinan Rebound
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Sebuah hasil survei dari Reuters terhadap para ekonom menunjukkan bahwa output pabrik Jepang kemungkinan rebound pada Juni dari penurunan bulan sebelumnya, sementara pertumbuhan penjualan ritel diperkirakan melambat karena infeksi virus corona baru mengurangi kepercayaan konsumen.

Perkiraan data yang beragam muncul ketika Tokyo bersiap untuk menjadi tuan rumah upacara pembukaan Olimpiade 2020 pada hari Jumat, di tengah keraguan yang meluas di kalangan publik tentang kemampuan penyelenggara Olimpiade untuk mengendalikan infeksi COVID-19.

Menurut jajak pendapat terhadap 15 ekonom memperkirakan bahwa data yang akan dirilis oleh Kementerian Ekonomi pada tanggal 30 Juli mendatang, diperkirakan akan menunjukkan produksi industri hanya tumbuh 5.0% di tingkat bulanan pada bulan Juni lalu, mengalami rebound dari penurunan tajam sebesar 6.5% di bulan Mei.

Laju permintaan luar negeri yang kuat telah memberikan dukungan ekspor dan produksi pabrik, yang telah menjadi titik terang bagi negara ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut selama beberapa bulan terakhir, meskipun laju penurunan di bulan Mei yang disebabkan oleh penurunan tajam dalam produksi mobil.

Junpei Fujita selaku ekonom di bidang Penelitian dan Konsultasi di Mitsubishi UFJ, mengatakan bahwa karena penyesuaian produksi di beberapa pabrik pembuat mobil diperkirakan akan berlanjut mulai bulan Juli dan seterusnya, yang dikarenakan dampak berkepanjangan dari kekurangan chip, tetap ada risiko penurunan pada produksi mobil.

Ekonomi Jepang kemungkinan akan menghindari kejatuhannya kembali ke dalam resesi di kuartal kedua, akan tetapi keadaan darurat baru di Tokyo yang ditujukan untuk menghentikan peningkatan infeksi virus corona, telah merusak prospek pertumbuhan.

Sementara itu hasil survei terhadap data terpisah yang akan dirilis pada tanggal yang sama, memperkirakan bahwa penjualan ritel akan naik tipis 0.2% di tingkat tahunan pada bulan Juni lalu, melambat secara substansial dari kenaikan tajam sebesar 8.3% di bulan sebelumnya.

Sedangkan ketersediaan pekerjaan dan tingkat pengangguran diproyeksikan akan sedikit berubah di bulan Juni, masing-masing sebesar 1.10 dan 3.0%, sementara untuk perumahan diperkirakan akan mengalami lonjakan sebesar 7.2% di bulan Juni, melambat dari kenaikan 9.9% pada bulan sebelumnya.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas