Reuter’s Poll : Inflasi Australia Kemungkinan Mengalami Penurunan Terbesar

Reuter’s Poll : Inflasi Australia Kemungkinan Mengalami Penurunan Terbesar
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters terhadap sejumlah analis menunjukkan bahwa laju inflasi Australia kemungkinan besar akan mengalami penurunan terbesarnya di periode kuartal kedua, seiring pemerintah membebaskan biaya jasa penitipan anak serta ditambah jatuhnya harga bahan bakar bensin.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks harga konsumen (CPI) jatuh sebesar 2% di kuartal kedua dari kuartal sebelumnya, sehingga menyebabkan indeks harga konsumen di tingkat tahunan turun 0.4% yang menjadi pembacaan negatif untuk pertama kalinya sejak 1998 silam.

Penurunan inflasi ini akan menjadi suatu langkah kemunduran bagi Reserve Bank of Australia yang selama bertahun-tahun telah menghabiskan waktu untuk mencoba memacu laju inflasi untuk kembali ke target di kisaran 2% hingga 3% dan sempat membuat kemajuan dengan pembacaan di 2.2% pada kuartal pertama lalu.

Seorang ekonom di NAB, Tapasa Stricklanc mengatakan bahwa laju inflasi Australia kemungkian akan tetap berada dalam kondisi sangat lemah, mengingat tingginya tingkat pengangguran, sewa perumahan yang lemah serta biaya tempat tinggal baru yang berkontribusi hingga 15% dari total elemen CPI, ditambah lagi dengan dorongan disinflasi dari sektor pabrik China.

Namun demikian pembacaan data inflasi yang negatif tidak berarti menunjukkan bahwa ekonomi Australia dalam keadaan deflasi, yang merupakan penurunan secara umum dan berkelanjutan terhadap tingkat harga di seluruh sektor perekonomian negara tersebut.

Hal ini diperkirakan diakibatkan oleh bantuan dari pemerintah terhadap biaya jasa penitipan dan perawatan anak selama kuartal kedua dan dengan berakhirnya bantuan tersebut maka diperkirakan biaya perawatan anak akan mengalami peningkatan tajam di kuartal ini, demikian juga dengan harga bensin yang merosot seiring penurunan harga minyak dunia, namun saat ini telah mulai pulih kembali.

Sehingga langkah-langkah inti inflasi yang menghapus pergerakan harga terbesar yang harus tetap dalam kondisi positif, menyusul analis yang memperkirakan rata-rata harga yang dipangkas akan naik 0.1% di kuartal tersebut dan 1.4% di tahun ini.

Akan tetapi pihak Bank Sentral Australia merasa prihatin bahwa pembacaan yang rendah dapat menjadi pemicu ekspektasi inflasi di masa depan, menurunkan pertumbuhan upah dan membuatnya lebih sulit untuk mendapatkan kembali kenaikan harga.

RBA telah memangkas suku bunga hingga ke rekor terendahnya di 0.25% dan mengambil langkah luar biasa dengan berjanji untuk mempertahankan suku bunga selama bertahun-tahun kedepan, dengan harapan menghindari pergeseran menuju kondisi deflasi yang bersifat merusak.(

Gulir ke Atas