fbpx

Reuter’s Poll : Ekspor Korea Selatan Turun Di Laju Yang Lebih Lambat

Reuter’s Poll : Ekspor Korea Selatan Turun Di Laju Yang Lebih Lambat
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Sebuah jajak pendapat dari reuters terhadap 12 ekonom menunjukkan bahwa ekspor Korea Selatan kemungkinan akan menyusut di bulan keempat, namun di laju yang lebih lambat pada bulan Juni, seiring pelonggaran lockdown terkait pandemi virus.

Akan tetapi potensi terjadinya gelombang kedua pandemi virus serta ketegangan antara AS dan China, dinilai telah menimbulkan kesuraman pemulihan ekonomi global di jangka pendek.

Penjualan ke pasar luar negeri diperkirakan turun 7.8% di tingkat tahunan, lebih rendah dari laju ekspor di bulan Mei yang anjlok hingga 23.6% serta penurunan 7.5% dalam data awal di 20 hari pertama bulan ini.

Ekonom di DB Financial Investment, Park Sung-woo mengatakan bahwa tingkat kontraksi seharusnya menyempit menjadi satu digit akibat dimulainya kembali kegiatan ekonomi di beberapa bagian dunia serta lebih banyaknya hari kerja dalam sebulan.

Sejumlah besar ekonom memperkirakan laju penurunan ekspor akan melambat lebih lanjut, mengingat tanda-tanda laju pemulihan ekonomi utama pada kuartal ketiga, namun risiko penurunan masih berpotensi terjadi di masa depan.

Sementara itu ekonom DBS, Ma Tieying menyampaikan bahwa dengan pandemi gelombang kedua maka akan terjadi peningkatan jumlah pengangguran serta ditambah dengan ketegangan antara AS-China yang akan semakin mengaburkan prospek ekonomi global jangka pendek dan jalur pemulihan dalam ekspor akan berada dalam kondisi volatile pada paruh kedua tahun ini.

Dalam jajak pendepat disebutkan pulan bahwa impor Korea Selatan akan jatuh 9.6% di tingkat tahunan pada bulan Juni, yang mana jauh lebih lambat dari penurunan sebesar 21% di bulan sebelumnya.

Mengingat bahwa tingkat ketergantungan negara yang tinggi pada perdagangan luar negeri, seiring ekspor dan impor berkontribusi hingga 63.7% dari nominal GDP pada tahun lalu, maka semakin banyak analis yang menurunkan proyeksi ekonomi mereka untuk Korea Selatan di tahun, menyusul perkiraan IMF yang memperkirakan terjadinya kontraksi 2.1%.

Para ekonom dalam jajak pendapat tersebut juga mengatakan bahwa mereka melihat output industri untuk bulan Mei, yang melacak perdagangan dan beberapa data lainnya dalam sebulan, akan tergelincir secara musiman yang disesuaikan, sebesar 1.45 dari bulan sebelumnya, yang mana ini merupakan penurunan yang lebih kecil dibandingkan 6.0% pada bulan April sebelumnya.

Sebelas orang ekonom memperkirakan bahwa harga konsumen akan turun rata-rata 0.1% di bulan Juni dari periode yang sama di tahun sebelummya, dibandingkan dengan penurunan sebesar 0.3% di bulan sebelumnya.(

Gulir ke Atas