Reuter’s Poll : Ekspor China Mengalami Perlambatan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Sebuah jajak pendapat dari Reuters menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekspor China kemungkinan akan kehilangan lebih banyak tenaga di bulan Desember, seiring faktor pendorong ekonomi utama yang terus mengalami pelemahan, sementara itu untuk impor juga akan mengalami perlambatan serta ditambah dengan kekhawatiran terhadap merebaknya varian Omicron dari Covid-19 yang akan membebani prospek permintaan.

Berdasarkan median dari 29 ekonom dalam survei Reuters, disebutkan bahwa untuk ekspor di bulan Desember diperkirakan akan meningkat sebesar 20.0% dibanding tahun sebelumnya, meskipun masih mengindikasikan ekspansi akan tetapi masih lebih rendah dari pertumbuhan 22.0% di bulan November sebelumnya.

Untuk impor diperkirakan akan mencatat peningkatan 26.3% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, namun masih lebih lambat dari laju ekspansi 31.7% yang tercatat di bulan November sebelumnya.

Booming yang terjadi terhadap ekspor China, dinilai mampu mengungguli ekspektasi bagi sebagian besar di tahun 2021, yang memberikan dukungan bagi pertumbuhan di negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut di saat sejumlah sektor penopang ekonomi sedang goyah, namun para analis memperkirakan bahwa laju pengiriman pada akhirnya akan mengalami perlambatan akibat dari lonjakan permintaan barang di luar negeri yang mereda serta biaya pengiriman yang tinggi sehingga menekan eksportir.

Sejumlah kasus infeksi Omicron telah terlihat di beberapa wilayah di China, sehingga semakin menambah ketidakpastian prospek, hal ini dinilai oleh Frederic Neumann sebagai co-head of Asian Economics Research di HSBC, bahwa wilayah Hong Kong dan China daratan, yang notabene telah dilindungi oleh sejumlah tindakan karantina eksternal yang terberat di dunia, tidak mampu menahan laju penyebaran varian Omicron.

Neumann juga mengatakan dalam catatannya bahwa Omicron dapat menyebabkan permasalahan rantai pasokan yang dinilai sangat menganggu menjadi batu sandungan apabila hal tersebut menyebabkan sejumlah besar pekerja pabrik menjadi terjangkit atau diberlakukannya kembali kebijakan lockdown yang ketat.

Pada hari ini Tianjin sebagai kota pelabuhan telah melaporkan peningkatan kasus infeksi Covid-19, yang dikarenakan oleh upaya peningkatan pengendalian wabah yang justru menyebarkan varian Omicron menjadi sangat menular ke kota lain di China.

Pada akhir Desember lalu Wakil Menteri Perdagangan China mengatakan bahwa negara tersebut akan menghadapi tingkat kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam menstabilkan perdagangan luar negeri mereka di tahun 2022 ini, akibat dari eksportir lain yang meningkatkan produksinya serta di tengah dasar perbandingan yang kurang menguntungkan.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa China berhasil mencatatkan rebound yang mengesankan dari kondisi pandemi sebelumnya, namun terlihat sejumlah tanda-tanda bahwa laju pemulihan telah kehilangan tenaga, di tengah tindakan keras terhadap aturan yang ada serta masalah hutang di sektor properti.

Hasil survei yang dilakukan oleh pihak swasta mengemukakan bahwa aktifitas pabrik tumbuh di laju tercepatnya dalam enam bulan di bulan Desember lalu, didorong oleh kenaikan produksi serta berkurangnya tekanan harga, namun pasar tenaga kerja yang lebih lemah serta tingkat kepercayaan bisnis justru menambah ketidakpastian yang ada.

Bank sentral China mengatakan akan menjaga kebijakan moneter yang fleksibel karena berusaha untuk menstabilkan pertumbuhan dan menurunkan biaya pembiayaan bagi sektor bisnis di tengah tumbuhnya hambatan ekonomi.

Seorang analis di Morgan Stanley dalam sebuah catatannya mengatakan bahwa pemerintah China tidak serta merta mendapatkan pangsa pasar ekspor dari gangguan terkait Omicron yang merugikan para pesaingnya, seperti yang terkadi selama gelombang pandemi sebelumnya, dan rantai pasokan eksportir di Asia lainnya kemungkinan telah berubah menjadi lebih kuat dan mampu menahan gangguan dari Omicron dengan lebih baik.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas