Reuter’s Poll : Aktifitas Pabrik Cina Mengalami Kontraksi Di Oktober

Reuter’s Poll : Aktifitas Pabrik Cina Mengalami Kontraksi Di Oktober

Sebuah jajak pendapat dari Reuters menyebutkan bahwa aktifitas pabrik Cina diperkirakan akan mengalami penyusutan di bulan Oktober sekaligus mencatat penyusutan dalam enam bulan berturut-turut, akibat hampir tidak adanya dukungan di sektor domestik serta ekspor menyusul laju permintaan global yang melambat serta perang dagang dengan AS.

Menurut perkiraan median dari 35 ekonom, data PMI resmi untuk bulan Oktober berada di 49.8, atau tidak berubah dari bulan September sebelumnya, dibawah level 50 yang memisahkan batas ekspansi dan kontraksi.

Penurunan aktifitas manufaktur yang berkepanjangan semakin memperkuat bukti berlanjutnya pelemahan di negara ekonomi terbesar kedua dunia dan sekaligus juga memberikan tekanan terhadap otoritas di negara itu untuk menggelontorkan lebih banyak stimulus guna mencegah perlambatan yang lebih tajam serta hilangnya lapangan pekerjaan dalam skala besar.

Sementara itu para negosiator perdagangan AS dan Cina sedang berupaya untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan fase pertama, yang akan ditandatangani oleh presiden masing-masing negara di bulan depan, para analis dan investor tetap bersikap hati-hati mengingat masih adanya sejumlah perbedaan antara kedua belah pihak mengenai masalah-masalah utama.

Banyak kalangan yang menilai bahwa resolusi untuk trade war yang berkepanjangan tidak mungkin dicapai dalam waktu dekat. Saat ini Cina masih harus menghadapi kebijakan tarif baru AS yang akan dimulai pada 15 Desember mendatang sebesar 25% terhadap produk impor Cina hingga senilai $250 milliar.

Setidaknya hal ini cenderung memberikan beban terhadap sektor bisnis dan konsumen. Pertumbuhan produk domestik bruto Cina telah melambat lebih dari perkiraan menjadi 6.0% di tingkat tahunan pada kuartal ketiga lalu, yang merupakan laju terlemahnya dalam hampir tiga dekakde.

Dalam jajak pendapat disebutkan bahwa untuk keseluruhan di tahun 2019 ini, laju pertumbuhan produk domestik bruto diperkirakan akan melambat menjadi 6.2% dan 5.9% di tahun 2020 mendatang, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh Beijing dalam upayanya untuk menstabilkan ekonominya.

Pemerintah Tiongkok telah berusaha untuk memacu laju permintaan domestik mereka selama lebih dari setahun melalui pengeluaran infrastruktur yang lebih tinggi, akan tetapi langkah tersebut dinilai masih lambat mendapatkan daya tarik.

Sementara itu sebuah private survey, Caixin/Markit PMI, yang lebih terfokus pada perusahaan Cina berskala kecil dan menengah yang berorientasi ekspor, diperkirakan akan menunjukkan bahwa aktifitas pabrik diperluas di Oktober. Akan tetapi masih diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang sedikit lambat dengan indikator utama berada lebih rendah di 51.0 dari 51.4 di bulan September.(