Re-Nominasi Powell Perkuat Performa USD

The Greenback Stabil Menjelang Testimony Powell
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Keperkasan USD pada sepanjang sesi transaksi awal pekan ini (Senin, 22 November 2021) berpotensi berlanjut pada hari ini (Selasa, 23 November 2021), menyusul kabar yang menyeruak dari Washington bahwa Ketua Federal Reserve, Jerome Powell ditunjuk lagi untuk menjabat selama periode kedua.

Penunjukkan tersebut sontak memantik para trader dan investor untuk segera mendekap erat USD, dengan persepsi yang kian mengkristal bahwa Fed akan mendongkrak suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan sebelumnya.

Indeks Dolar, sebagai barometer kekuatan USD  terhadap 6 mata uang utama lainnya, beringsut naik pada level 96.573, sementara grafik Daily MT4 TopGrowth memonitor pola jejak USD versus mata uang utama lainnya, meski beragam, namun secara general mengindikasikan dominasi the greenback terlihat kokoh.

EUR/USD meninggalkan jejak candlestick berpola bearish dan sempat menyapa level low temporer intraday 1.12246, dengan sasaran terdekat 1.12000-1.19000, sementara GBP/USD dengan bekal candlestick berpola bearish marubozu, membuka peluang menggedor support kritis 1.33519 dengan target lanjutan 1.33000. Dan AUD/USD, meski jejak candlestick inverted hammer, mengindikasikan peluang jejaki fase koreksi minor dengan target awal test resisten minor 0.92470; namun bila kandas, rentan terpelanting di bawah level 0.72000 dan berpotensi test support kritis 0.71688.

Di sisi lain, dengan jejak candlestick berpola bullish marubozu, USD/JPY membuka kans bergerak konsisten di atas level 115.000 berikut sasaran terdekat 115.500 hingga 116.00. Dan USD/CHF, membuka peluang test resisten krusial 0.93670, sebagai titik pijak menggoda area resisten 0.94000-0.94200.

Powell yang dipandang lebih dovish ketimbang Lael Brainard, telah menjadi titik atensi para trader dan investor sekaligus memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada  tahun 2022, pada saat Fed menuntaskan program pengurangan pembelian assetnya.

Bila keputusan Joe Biden disahkan terkait jabatan periode kedua Powell, maka sentiment positif bagi performa USD semakin menguat, setelah tiga pejabat Fed secara terbuka membahas percepatan pengurangan asset. Setidaknya seperti uraian dari Presiden Fed Bank of Atlanta, Raphael Bostic

Bostic menandaskan bahwa Bank Sentral AS mungkin perlu mempercepat penghapusan stimulus moneter sebagai respon atas kenaikan lapangan kerja yang solid dan lonjakan inflasi, yang dapat menyebabkan kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.

Kontras dengan sentiment negative yang melingkari jejak EUR, kabar dari Eurozone menyebutkan bahwa kasus infeksi COVID-19 kian meronta dan Austria menerapkan karantina penuh sejak Senin kemarin, sementara Jerman mempertimbangkan  tindakan pembatasan yang lebih ketat.Sehingga memicu EUR/USD terjerembab menuju level  terendah dalam 16 bulan pada level 1.12293 pada Senin kemarin, dan berpotensi terpelanting lebih curam di bawah 1.12000

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas