• 15 Desember 2019

RBA Tetap Mempertahankan Suku Bunga Di Kisaran 0.75%

RBA Tetap Mempertahankan Suku Bunga Di Kisaran 0.75%

Sesuai dengan perkiraan analis, bank sentral Australia tetap mempertahankan suku bunga di rekor terendahnya, guna menunggu sejauh mana efek dari tiga kali pemangkasan suku bunga untuk mendapatkan kembali daya tarik bagi ekonomi Australia yang telah dilanda kelesuan.

Reserve Bank of Australia mengakhiri rapat dewan kebijakan terakhirnya di tahun ini, dengan membiarkan lebih banyak ruang untuk pemangkasan suku bunga lainnya, namun tetap mempertahankan suku bunga di kisaran 0.75%, meskipun pasar bertaruh akan adanya lebih banyak pelonggaran yang diperlukan.

Dalam sebuah pernyataan singkat, Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan bahwa dewan kebijakan telah siap untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut jika diperlukan guna memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Selain itu para anggota dewan kebijakan juga telah setuju bahwa sangat masuk akal untuk mengharapkan suku bunga di kisaran rendah dalam periode jangka panjang sangat diperlukan bagi ekonomi Australia, di tengah faktor global dan domestik saat ini.

Sebelumnya mayoritas pelaku pasar berharap adanya pemangkasan suku bunga hingga 0.5% di bulan April di tahun depan, bahkan memperkirakan adanya perubahan drastis kepada pelonggaran kuantitatif melalui kebijakan pembelian obligasi pemerintah Australia.

Keputusan ini hanya berselang sehari sebelum data pemerintah resmi diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan ekonomi 0.5% di kuartal ketiga lalu.

Laju pertumbuhan ekonomi di tingkat tahunan diperkirakan akan mengalami peningkatan menjadi 1.7% dari level terendahnya selama satu dekade di 1.4%, meskipun berjalan lambat jika dibandingkan kinerja di masa sebelumnya, namun masih mendukung harapan RBA untuk adanya perubahan haluan secara bertahap.

Tingkat biaya pinjaman yang lebih rendah tentu saja mampu menghidupkan kembali harga rumah, yang sebelumnya menunjukkan kinerja terkuatnya dalam 16 tahun terakhir di bulan lalu, seiring booming harga rumah di kota Sidney dan Melbourne.

Akan tetapi pemerintah dinilai kurang beruntung untuk menghidupkan kembali sektor konsumen yang saat ini tengah berkutat pada laju pertumbuhan upah yang stagnan serta tingkat hutang yang sangat tinggi.

Sebuah survei mingguan dari ANZ menunjukkan tingkat kepercayaan diri di dekat posisi terendahnya dalam empat tahun, yang mana kebijakan pemangkasan suku bunga sebelumnya dinilai menjadi faktor utama turunnya tingkat kepercayaan konsumen.

Sejumlah data ekonomi memberikan hasil yang baik, terutama sektor ekspor menyusul rilis data neraca berjalan yang mengalami surplus yang semakin besar hingga mencetak rekor di angka A$7.9 milliar atau sekitar $5.36 milliar selama kuartal ketiga lalu.

Namun demikian aliran dana tunai ini hanya meningkatkan keuntungan bagi perusahaan dan akan mendorong pendapatan pemerintah dari pajak, namun gagal sebagai serapan dana bagi sektor rumah tangga.

Pemerintah konservatif dibawah pimpinan Perdana Menteri Scott Morrison sejauh ini telah menolak seruan untuk menerapkan kebijakan stimulus fiskal, dan sebagai gantinya lebih memilih untuk tetap terikat dengan janji politik untuk mengembalikan anggaran menjadi surplus.(