• 31 Maret 2020

RBA Adakan Pertemuan Darurat

Berita EMAS –  RBA diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25bps dalam pertemuan darurat. Disisi lain, akan dirilis data mengenai angka ketenagakerjaan Australia yang diperkirakan bisa menimbulkan kebisingan di pasar sebelum pengumuman bank sentral mengenai suku bunga. Aussie sendiri dalam perdagangan mata uang AUDUSD dalam posisi sangat oversold , meski penurunan masih dapat berlanjut di tengah kepanikan pasar.

Hari Kamis (19/03/2020) akan menjadi awal yang sibuk di
Australia, karena RBA telah merencanakan pertemuan darurat, sementara pemerintah
juga akan merilis data pekerjaan bulan Februari. Pada hari Selasa, RBA telah  merilis hasil rapat pertemuan sebelumnya. Risalah
pertemuan ini menghasilkan keputusan bahwa suku bunga dipangkas sebesar 25bps
menjadi 0,50% di tengah kekhawatiran krisis coronavirus akan mempengaruhi
ekonomi lokal.

Langkah RBA sejalan dengan kebijakan bank-bank sentral di
seluruh dunia. Para gubernur bank sentral dan pembuat kebijakan telah mengumumkan
langkah-langkah untuk mendukung ekonomi di tengah kekhawatiran material dari
penurunan ekonomi. Sejauh ini, respons Australia termasuk di antara yang paling
tidak antusias, ketika mempertimbangkan pemotongan terbaru Federal Reserve AS
100 bps, dan triliunan dolar dipompa ke dalam perekonomian. Keadaan yang
sekarang, nampaknya memaksa RBA memangkas suku bunganya.

Pelaku pasar mengantisipasi penurunan suku bunga Australia
sebesar 25 bps, ke rekor terendah 0,25%, meskipun penurunan moderat seperti itu
hampir tidak akan melakukan sesuatu bagi perekonomian. RBA sebelumnya enggan memotong
suku bunga, dengan pertimbangan hal itu dianggap menimbulkan lebih banyak
kerusakan daripada kebaikan. Salah satunya adalah akan meningkatnya risiko
gelembung kredit perumahan. Harga properti saat ini tengah mencapai rekor akibat
pinjaman murah yang tersedia.

Jadi, bank sentral agak “dipaksa” untuk mengambil
tindakan yang hanya akan berdampak kecil bagi perekonomian, dan pada saat yang
sama, waktu meningkatkan risiko. Namun, para pembuat kebijakan tidak punya pilihan.
Gubernur Bank Sentral Lowe dan pejabat lainnya juga dapat mengumumkan
langkah-langkah tambahan, yang dianggap “tidak konvensional.”
Kemungkinan besar, pembelian obligasi pemerintah untuk memompa likuiditas.

Keputusan RBA akan membayangi hasil laporan ketenagakerjaan,
meskipun yang terakhir ini memiliki peluang untuk mengguncang pasar, karena
akan dirilis tiga jam sebelum pengumuman RBA. Negara ini diperkirakan telah
menambah 10.000 pekerjaan baru pada bulan Februari, sementara tingkat
pengangguran diperkirakan akan tetap tidak berubah pada 5,3%. Pada bulan
Januari, negara itu menambahkan 13.5 Ribu, dengan 46.2 Ribu posisi penuh waktu
ditambahkan dan pekerjaan paruh waktu turun sebesar 32.7 Ribu. Laporan yang
lebih baik dari perkiraan dapat membantu Aussie sedikit bangkit dari posisi
terendah saat ini, terutama mengingat kondisi oversold yang ekstrim.

Secara teknis, perdagangan mata uang AUDUSD telah turun
untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut. Kondisi yang jenuh jual, Oversold
pada tingkat yang tidak terlihat sejak awal 2003. Para pelaku pasar terus
memburu greenback, dengan demikian meski kondisi oversold sudah ekstrim namun
akan diabaikan pasar.

Ada harapan kenaikan akan terjadi paska laporan ketenagakerjaan
yang menggembirakan dan pengumuman moderat dari RBA, meskipun tidak ada alasan
untuk menjadi sebuah tren reli. Setelah keadaan tenang kembali, aksi jual kemungkinan
akan berlanjut kembali.

Level support utama di 0,5800, di bawahnya yang harus
diperhatikan adalah 0,5680.  Level Resistance
berada di 0,5960 dan 0,6010.