Raab : UE Harus Merubah Sikap Untuk Menghindari Hard Brexit

Pihak London memberi peringatan kepada Uni Eropa bahwa mereka harus mengubah sikap “keras kepala” Brussels terkait Brexit, jika tidak menginginkan terjadinya Hard Brexit. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab yang menginginkan adanya kesepakatan diantara keduanya, namun pihak Uni Eropa setidaknya harus merubah komitmen mereka guna tercapainya kesepakatan.

Lebih lanjut Raab mengatakan bahwa pihaknya menginginkan kesepakatan yang baik dengan Uni Eropa, namun saat ini masih ada serangkaian posisi yang cukup keras kepala terhadap apa yang dipertaruhkan oleh pihak Uni Eropa. Jika para pemimpin UE masih berpegang terhadap sikap tersebut, maka Inggris akan mempersiapkan diri untuk terjadinya Brexit tanpa adanya kesepakatan apapun dan apapun yang terjadi mereka siap meninggalkan Uni Eropa pada akhir Oktober mendatang.

Sebagai seorang pendukung Brexit, Dominic Raab menilai bahwa sikap Irlandia untuk meninggalkan Witdrawal Agreement merupakan suatu sikap yang tidak demokratis, yang mana dirinya ingin adanya kesepakatan yang baik dengan mitra dan negara sahabat di Uni Eropa, namun hal ini harus dibarengi dengan penghapusan kebijakan backstop yang tidak demokratis.

Dengan demikian apa yang saat ini diperintahkan oleh perdana menteri dan jajaran kabinetnya adalah sebuah persiapan secara cepat guna menghadapi kemungkinan terjadinya Brexit tanpa adanya kesepakatan apapun.

Pada akhir pekan kemarin, jajaran pemerintahan Inggris berasumsi bahwa Uni Eropa tidak akan menegosiasikan kembali kesepakatan Brexit yang sebelumnya telah disepakati bersama Theresa May saat masih menjabat sebagai perdana menteri Inggris, yang pada akhirnya kesepakatan keduanya ditentang oleh Boris Johnson yang saat ini menduduki posisi sebagai Perdana Menteri Inggris yang baru, yang tengah meningkatkan persiapan bagi Inggris untuk meninggalkan kawasan tersebut tanpa adanya kesepakatan.

Sementara itu anggota parlemen konservatif, Oliver Letwin yang menentang Brexit tanpa perjanjian transisi, mengatakan bahwa para anggota parlemen akan berusaha untuk menghentikan upya Harda Brexit, namun tidak menguraikan secara jelas apakah pihak parlemen dapat mencegah skenario tersebut.

Lebih jauh Letwin mengatakan bahwa saat ini kemungkinan terjadinya Hard Brexit sangat besar, dan nampaknya tidak akan ada pencapaian dari mayoritas anggota parlemen selain hanya memiliki opsi keluar tanpa kesepakatan, jika memang pemerintahan London tidak berniat menyusun klausul kesepakatan.(WD)

Read Previous

Pertumbuhan PDB Jepang Diperkirakan Melambat Hingga 0,9 Persen

Read Next

Yellen : Inflasi AS Masih Terlalu Rendah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *