Spekulasi Permintaan Minyak Mentah Berpotensi Naik

Spekulasi Permintaan Minyak Mentah Berpotensi Naik

Spekulasi permintaan minyak mentah yang berpotensi meningkat seiring komentar Presiden Donald Trump yang memberikan optimisme pasar terhadap perang perdagangan AS-Cina, memberikan dukungan bagi kenaikan tingkat minyak di sesi perdagangan hari ini.

Minyak mentah AS mencatat kenaikan 0.09% di $53.82 per barrel, setelah mengalami pemotongan 1% di sesi hari sebelumnya.

Pada hari Senin waktu AS, Presiden Trump mengatakan bahwa dirinya percaya jika Cina bersikap tulus mengenai harapan untuk mencapai kesepakatan. Sementara Wakil Perdana Menteri Cina, Liu He mengatakan bahwa Cina bersedia untuk menyelesaikan melalui negosiasi yang tenang untuk menyelesaikan gejolak di pasar global.

Sejak mencapai posisi tertingginya di tahun 2019 ini pada bulan April lalu, tingkat minyak mentah telah mengalami pemotongan sekitar 20% yang sebagian besar disebabkan oleh kecemasan terhadap friksi perdagangan AS-Cina yang mendatangkan gangguan terhadap ekonomi global, yang berpotensi mengurangi lintasan permintaan minyak.

Potensi berkurangnya lintasan permintaan meningkat saat Kementerian Perdagangan Cina pada pekan lalu mengatakan bahwa pihaknya akan menerapkan pajak tambahan sekitar 5% dan 10% terhadap 5,078 produk yang berasal dari AS, termasuk minyak mentah, produk pertanian dan pesawat kecil. Selang beberapa jam kemudian, Presiden Trump mengatakan bahwa dia memerintahkan perusahaan-perusahaan AS untuk mencari cara agar menutup operasional di Cina dan memindahkan fasilitasnya ke wilayah AS.

Langkah-langkah itu memicu reaksi dari perusahaan-perusahaan Cina, seperti Sinopec yang tengah berupaya mencari cara untuk membebaskan pajak agar dapat mengimpor minyak mentah AS dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara itu sebuah survey pendahuluan dari Reuters menyebutkan bahwa persediaan minyak mentah dan bensin AS kemungkinan akan mengalami pemotongan di pekan lalu, sementara stok produk sulingan justru mencatat kenaikan. Lima analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, rata-rata, bahwa persediaan minyak mentah turun hingga 2.1 juta barrel dalam periode sepekan hingga 23 Agustus lalu.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini