• 12 Desember 2019

Presiden Korea Selatan Telah Mengganti Pejabatnya Terkait Perlambatan Ekonomi

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah memecat kedua pembantunya, Kim Soo-hyun dan Yoon Jong-won terkait kebijakan ekonominya, dimana laju pertumbuhan di negara ekonomi terbesar keempat Asia tersebut mengalami perlambatan dengan tajam akibat dari friksi perdagangan AS-Cina yang berkepanjangan.

Moon kemudian menunju Ketua Korea Fair Trade Commission, Kim Sang-jo sebagai sekretaris kebijakan utamanya serta Wakil Pertama Menteri Keuangan Lee Ho-seung sebagai sekretaris kebijakan ekonomi utama. Manajemen ekonomi pemerintahan Seoul telah mendapatkan kecaman dari partai-partai oposisi dan investor, namun penunjukan pejabat yang baru tersebut, nampaknya jauh dari indikasi adanya perubahan besar dalam kebijakan pemerintah Korea Selatan.

Kepala penelitian di SK Securities, Choi Seok-won menilai bahwa saat ini muncul kritik mengenai cara kebijakan dijalankan dan penunjukkan tersebut nampaknya lebih ditujukan untuk implementasi kebijakan yang lebih cepat dibandingkan merubah kebijakan saat ini. Ekonomi Korea Selatan secara mengejutkan mengalami kontraksi sebesar 0.4% pada kuartal pertama dari kuartal sebelumnya, dan sejumlah bank investasi global melihat bahwa pertumbuhan ekonomi Korea Selatan dalam periode setahun penuh akan mengalami penurunan dari 2.7% tahun lalu menjadi di bawah 2%, yang mana penurunan ini akan menjadi langkah terburuknya sejak 2009.

Pada bulan April lalu pemerintah Korea Selatan telah menyusun proposal kebijakan anggaran tambahan, guna meningkatkan perekonomian, namun partai oposisi utama telah menyatakan penolakannya saat diminta untuk melakukan peninjauan terhadap kebijakan tersebut sembari menuntut pemerintah Korea Selatan untuk terlebih dahulu mengakui kegagalan mereka dalam hal manajemen ekonominya.

Pemerintahan Seoul mengatakan bahwa perlambatan ekonomi saat ini lebih dikarenakan oleh hasil “mendinginnya” laju perdagangan global akibat dari perselisihan perdagangan antara AS dengan Cina, yang telah menyebabkan laju ekspor Korea Selatan mengalami penurunan selama enam bulan terakhir secara beruntun dalam skala tahunannya.

Sementara itu kantor pabean telah merilis data sementara, yang menunjukkan bahwa kemungkinan laju ekspor Korea Selatan akan kembali mengalami penurunan di bulan Juni, akibat dari turunnya volume pengiriman ke pasar luar negeri dalam 20 hari pertama bulan ini hingga sebesar 10.0% dari periode yang sama di tahun 2018 lalu.(WD)

Sumber: Topgrowth Futures, Reuters.