• 28 Februari 2020

Powell Kemungkinan Akan Menyampaikan Testimoni Yang Optimis

Sejumlah kalangan menilai bahwa Ketua Federal Reserve Jerome Powell kemungkinan akan bernada optimis mengenai prospek pertumbuhan ekonomi AS, ketika dirinya bersaksi di pekan ini di depan anggota Kongres, bahkan ketika dirinya mengakui adanya ancaman dari virus corona di Cina.

Penilaian tersebut akan menyuarakan laporan formal yang disampaikan oleh The Fed kepada pihak Kongres AS, yang akan mengulangi pandangan bank sentral mengenai kisaran target saat ini untuk biaya pinjaman jangka pendek di kisaran antara 1.5% hingga 1.75% guna menjaga ekspansi ekonomi tetap berada di jalur pertumbuhannya.

Powell dinilai juga akan berbicara kepada pihak-pihak yang akrab dengan dirinya, yang mana kalender kebijakannya telah diketahui secara lebih luas.

Hanya dalam dua tahun di pekerjaan, ia telah menghabiskan sekitar 96 jam dalam pertemuan pribadi, panggilan telepon, makan bersama atau sesi belajar dengan para senator dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Seiring risiko ketidakpastian kebijakan perdagangan yang mengalami penyusutan, Powell telah memberi isyarat bahwa dirinya melihat tidak adanya alasan untuk menyesuaikan suku bunga AS, kecuali ada perubahan material terhadap prospek saat ini.

Hal tersebut merupakan pandangan dari Powell yang kemungkinan akan ditegaskan kemabli saat mempresentasikan laporan kebijakan moneter The Fed di depan anggota House Financial Services Committee dan anggota Senate Banking Committee.

Salah seorang ekonom di Cornerstone Macro, Robert Perli mengatakan bahwa pesan yang kemungkinan akan disampaikan adalah jika penurunan suku bunga terjadi, ini hanya merupakan sebuah tanggapan terhadap gangguan global terkait wabah virus, yang mana Powell mungkin akan mengatakan dengan jelas bahwa ekonomi AS dalam kondisi yang sehat.

Dengan demikian para investor akan mengawasi secara ketat setiap detail baru dari rencana The Fed terhadap keseimbangan neraca dan pendanaan jangka pendek, dimana bank sentral AS tersebut telah memompa likuiditas untuk mencegah terulang kembalinya lonjakan tak terduga di kebijakan suku bunga pada musim gugur lalu.(