Pompeo : AS Akan Memberi Sanksi Terhadap Pelanggaran Sanksi Ekspor Minyak Iran

Pompeo : AS Akan Memberi Sanksi Terhadap Pelanggaran Sanksi Ekspor Minyak Iran

Pihak Washington telah memberlakukan sanksi baru terhadap entitas tertentu dari Cina serta terhadap sejumlah orang yang dituduh sengaja mendatangkan minyak dari Iran yang dinilai telah melanggar kebijakan pembatasan ekspor minyak Teheran dari pemerintahan Trump.

Hal ini disampaikan oleh oleh Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo seiring Departemen Keuangan AS yang mengumumkan akan memberikan sanksi terhadap lima warga negara Tiongkok dan enam entitas asal Cina termasuk dua anak perusahaan Cosco Shipping Corporation.

Lebih lanjut Pompeo juga mengatakan saat konferensi perse di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York bahwa pihaknya akan mengirim pemberitahuan secara resmi kepada pemerintah Tiongkok dan semua negara harus mengetahui bahwa pihaknya akan memberikan sanksi terhadap segala pelanggaran kebijakan tersebut.

Secara luas Iran dituduh bertanggung jawab terhadap serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi, yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah dan sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap meluasnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, namun pihak Iran telah membantah tuduhan tersebut.

Pompeo mengatakan bahwa pihak Washington juga akan meningkatkan upaya untuk mendidik negara mengenai risiko melakukan bisnis dengan entitas Garda Revolusi Iran dan hal ini akan memberikan hukuman terhadap semua pihak yang terus terlibat dengan siapapun yang melakukan pelanggaran sanksi.

Pernyataan ini melanjutkan pidato dari Presiden Donald Trump pada pertemuan tahunan para pemimpin dunia di hari Selasa lalu, yang mana Trump berjanji untuk terus berusaha memberikan tekanan terhadap ekonomi Iran dengan serangkaian sanksi sampai pihak Teheran menyatakan persetujuan untuk menyerah terhadap segala sesuatu yang diinginkan oleh pihak Washington sebagai upaya agar Iran mau lebih berkomitmen terhadap perjanjian mengenai senjata nuklir.

Sebelumnya Iran mengatakan bahwa program nuklirnya selalu mempunyai tujuan yang damai. Pada tahun lalu Presiden Trump telah menarik diri dari perjanjian internasional di tahun 2015 silam, dengan pihak Iran yang telah membatasi program nuklir dari pemerintah Teheran dengan imbalan bantuan penghapusan sanksi bagi segala sektor ekonomi Iran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini